KABAR GOLKAR KABAR NASIONAL

Golkar, Selalu Kaya Inovasi Sejak Dulu

kabargolkar.com, JAKARTA – Inovasi, dalam bentuk apapun, adalah suatu hal yang perlu dilakukan untuk bertahan melalui perubahan dan perkembangan jaman. Inovasi tidak terelakkan di berbagai bidang, termasuk di bidang politik. Partai politik pun, perlu menelurkan inovasi agar tetap relevan dengan masyarakat dan segala dinamika serta aspirasinya.

Partai Golkar membuktikan dengan doktrin karya kekaryaannya selalu mampu tampil terdepan menghadapi berbagai kebutuhan dan menjawab  dinamika serta aspirasi yang berkembang di masyarakat. Berikut beberapa inovasi yang dilakukan Golkar dari masa-ke masa.

 

Golkar penyalur aspirasi golongan fungsional

Presiden Soekarno (net)

Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, tepatnya di tahun 1955. Beliau menamakan DPR hasil Pemilu 1955 yang dibekukan karena menolak RAPBN 1960 dengan nama DPR Gotong Royong. Sebutan itu muncul sebagai cerminan komposisi poros Nasakom. Kelompok Nasionalis diwakili PNI, kelompok Agama diwakili NU, PSII, Perti, Parkindo dan Partai Katolik, kelompok Komunis diwakili PKI, Angkatan Comunis Muda (Acoma) yang Trotskyis, dan Murba para pengikut Tan Malaka.

Nah, diluar komposisi tersebut, Soekarno membentuk Golongan Karya. Golongan yang terdiri dari masyarakat yang tidak menganut ideologi tertentu dalam politik. Golongan Karya mewakili golongan fungsional di masyarakat, terdiri buruh, petani, militer, perempuan, tokoh agama dan seniman, serta militer. Jadi, Golkar sejatinya adalah sebuah inovasi. Golkar hadir sebagai wadah penyalur aspirasi golongan fungsional berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, bukan ideologi atau agama tertentu.

Berita terkait: Golongan Fungsional Dan Demokrasi Terpimpin (Sejarah Golkar Bagian 1)

 

Golkar pelopor agenda pembangunan

Presiden Soeharto (net)

Pada masa Orde Baru, Golkar pun kembali memberi sumbangsih bagi bangsa dan negara. Di bawah kepemimpinan Soeharto, pembangunan negara berlangsung secara berkelanjutan. Hal ini tidak lepas dari keberhasilan Golkar dengan doktrin karya kekaryaannya yang mampu mengawal setiap program pemerintah dan menerapkannya di masyarakat. Periode pembangunan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi ini tidak pernah dialami sebelumnya. Golkar menelurkan inovasi sebagai pelopor agenda pembangunan berlandaskan stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan hasil-hasilnya di seluruh lapisan masyarakat.

Berita tekait:

Golongan Fungsional Dan Rezim Demokrasi Pancasila (Sejarah Golkar Bagian 2)

Kejayaan Dan Turbulensi Internal (Sejarah Golkar Bagian 3)

 

Golkar partai pertama gelar konvensi capres

Kandidat Presiden dalam Konvensi Partai Golkar: Wiranto, Prabowo Subianto, Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie, Surya Paloh (net)

Salah satu keberhasilan Partai Golkar adalah suksesnya kaderasi di dalam tubuh partai. Sistem ini berhasil menelurkan banyak kader yang berkualitas. Di saat mayoritas partai bertumpu pada ketokohan seseorang atau sosok individu, kader Golkar seperti tidak ada habisnya mengisi jenjang kepemimpinan di negara kita di alam demokrasi. Hal ini turut mendorong penyelenggaraan konvensi untuk memilih kader terbaik yang akan diangkat sebagai calon presiden menjelang Pemilu 2004. Bukti Golkar sebagai partai paling demokratis adalah inovasinya menjadi partai yang pertama kali mengadakan konvensi Calon Presiden RI 2004. Konvensi tersebut berlangsung sangat demokratis, terbuka dan berjiwa reformasi.

Berita terkait: Generasi Muda Golkar Dan Reformasi (Sejarah Partai Golkar Bagian Terakhir-6)

 

Berpikir inovatif dan jauh ke depan, Golkar sumbang visi negara kesejahteraan 2045

Aburizal Bakrie (net)

Bangsa yang besar harus mampu berpikir dan melihat jauh ke depan, untuk dapat melihat potensi tantangan maupun peluang dalam membawa masyarakat Indonesia sejahtera adil dan makmur. Inovasi yang jauh ke depan ini ditunjukkan oleh Partai Golkar. Di era kepemimpinan Aburizal Bakrie, Golkar menjadi partai pertama yang menyumbangkan visi negara kesejahteraan 2045.

 

Golkar menjadi partai pertama yang mendorong Indonesia masuk era Revolusi 4.0

Airlangga Hartarto (net)

Globalisasi menjadi tantangan bagi Indonesia agar dapat terus bersaing dengan negara-negara lain di dunia. Globalisasi mendorong industri terus berkembang, memasuki fase keempat, atau lebih dikenal dengan revolusi industri 4.0. Pada fase ini, industri ditandai dengan otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi mencakup sistem siber-fisik dan internet untuk segala hal (IoT/Internet of Things). Menteri Perindustrian RI saat ini yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mempersiapkan cetak biru (blue print) langkah-langkah Indonesia tidak hanya masuk ke era tersebut, tapi juga mampu menjadi pemain besar di era revolusi industri 4.0. (tim liputan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *