KABAR DPD KABAR PILKADA

Golkar Siapkan Empat Kader Bakal Jadi Wabup Bekasi

kabargolkar.com, BEKASI — Pengunduran diri Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasana Yasin secara resmi ke DPRD setempat, otomatis membuat wakilnya Eka Supria Atmaja yang saat ini menjabat Plt Bupati Bekasi selangkah lagi akan menjabat Bupati Bekasi.

Naiknya Eka jadi bupati, membuat Partai Golkar selaku partai pengusung Neneng pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Bekasi 2017 lalu, mulai mengambil ancang-ancang menyiapkan kadernya untuk menjabat Wakil Bupati Bekasi.

Ada empat nama yang digadang-gadang akan diusung sebagai orang nomor dua di Kabupaten Bekasi bila Eka Supria Atmaja ditetapkan sebagai bupati definitif.

“Ada beberapa nama yang menjadi kandidat Wakil Bupati Bekasi,” terang Sekretaris Badan Pemenanganan Pemilihan Umum (Bappilu) DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi Ahmad Budi Arta, Kamis (21/2).

Dia menyebut, nama-nama itu adalah Novi Yasin, Sarim Saepudin, KH Iip Bustomi, dan Guntur Mulyana.

”Pengunduran diri bupati non aktif ini hanya untuk mendefinitifkan pak Eka menjadi Bupati Bekasi. Setelah itu akan diambil langkah kebijakan apakah diperlukan wakil bupati atau tidak, itu tergantung kebutuhan,” katanya juga.

Meski demikian, dari nama-nama yang sementara muncul sebagai kandidat wakil bupati itu, kata Budi, juga tidak menutup kemungkinan dari unsur birokrat juga dapat diusulkan mengisi jabatan tersebut.

”Kita akan duduk bersama dan berbicara dengan partai koalisi, guna mengambil langkah berikutnya untuk wakil bupati. Insya Allah sebelum Pemilu 2019 sudah ada keputusannya,” ujarnya lagi.

Untuk diketahui, empat kandidat yang bakal diusung oleh Partai Golkar itu, tiga orang merupakan anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Sedangkan satu orang Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bekasi Jajang Wahyudin mengatakan sudah mengetahui surat pengunduran diri Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasana Yasin. Hanya saja, mekanisme persetujuan pengunduran diri itu ada di DPRD setempat.

“Mekanisme selanjutnya ada di dewan, bukan di KPU lagi,” katanya, Kamis (21/2).

Jajang menambahkan, sesuai dengan amanat undang-undang mekanisme pengganti Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasana Yasin akan diserahkan ke partai pengusung saat Pilkada 2017. Nantinya, usulan itu akan diteruskan ke DPRD Kabupaten Bekasi kemudian akan dilanjutkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Jadi tahapannya sudah ada di dewan, kalau kami cukup hanya mengetahui,” tandasnya. [indpos]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *