KABAR DPD KABAR PILEG

Golkar Sulut Targetkan Raih Kursi Dari Dapil Bolmong Raya

Raski Mokodompit, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulut dari Dapil Bolaang Mongondow Raya.

Kabargolkar.com, MANADO – Menjadi daerah pemilihan (dapil) yang paling banyak kursi (10 kuris) untuk DPRD Sulut, tak serta-merta menjadikan Bolaang Mongondow Raya (BMR) mudah. Selain kembali bertarungnya delapan incumbent, kehadiran pendatang baru pun membuat persaingan di BMR bakal sengit. Dipastikan masing-masing partai politik (parpol) bakal menargetkan sebanyak mungkin suara dari dapil tersebut. Karena BMR merupakan salah satu lumbung suara di Sulut.

Salah satunya Partai Golkar yang menargetkan capaian kursi meningkat dari sebelumnya. Bahkan sejumlah nama beken dipasang parpol yang pernah menjadi pengusa BMR, sebelum pemekaran itu.

“Jika kami memiliki dua kursi saat ini, tentu pada pileg 2019 kami ingin lebih dari capaian tersebut. Minimal tiga kursi bisa diraih. Karena yang dicalonkan saat ini ada dua incumbent dan satu mantan kepala daerah. Serta ada tujuh nama baru yang tak mempunyai kemampuan mumpuni,” beber Juru Bicara (Jubir) DPD Golkar Sulut Feryando Lamaluta.

Meski begitu, Lamaluta menyatakan tak ada yang diprioritaskan. Karena semua yang dicalokan memiliki peluang yang sama. “Jika memang kursi milik Golkar. Tentu kami tetapkan siapa yang duduk sesuai suara terbanyak,” jelasnya.

Terpisah, Lucky Senduk, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDI-P Sulut mengatakan, partainya menargetkan meraih empat kursi di dapil BMR. “Naik satu kursi di banding pileg 2014 lalu,” katanya.

Dia pun sangat optimis, dengan mesin partai PDI-P saat ini bisa mencapai target tersebut. “Target ini sangat mungkin diraih,” tukasnya.

Tak mau kalah dari Golkar dan PDI-P, Partai Amanat Nasional (PAN) turut mematok empat kursi. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris DPW PAN Sulut Ayub Ali. Menurutnya, empat kursi sangat realistis untuk PAN. Mengingat PAN menguasai tiga dari lima daerah di BMR.

“Kami targetkan empat kursi. Karena caleg untuk dapil Bolmong Raya semuanya diisi kader potensial,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat Dr Maikel Mamentu menilai, dapil BMR menjadi salah satu yang paling panas untuk pileg kali ini. Pasalnya incumbent yang duduk di gedung cengkih, semuanya kembali ikut bertarung. Ketokohan kedelapan incumbent itu pun diuji dengan keikutsertaan sejumlah figur potensial lainnya. Baik dari mantan kepala daerah ataupun keluarga dekat kepala daerah yang menjabat.

“Sehingga bisa dilihat bakal terjadi pembagian basis suara. Misalnya dari caleg dari Boltim, Kotamobagu, Bolmut, Bolmong, dan Bolsel. Mereka bakal mempunyai wilayah basis massa masing-masing,” ujar Akademisi Unsrat ini.

Untuk itu, dia menilai kefiguran dari caleg menjadi penentu. Karena sebagian besar pemilih di BMR terkesan pragmatis. “Semua tergantung pendekatan ke pemilih. Sekali pun itu incumbent, namun tidak menjaga konstituennya, bukan tidak mungkin posisinya terancam nanti,” jelasnya.[Manadopost]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *