KABAR GOLKAR

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Airlangga Hartarto Dorong Industri Kreatif Melek Teknologi

Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto Dan Aziz Syamsuddin Hadir dalam seminar ” The Opportunity behind Indonesia 4.0). (Photo/kabargolkar.com)

kabargolkar.com, Jakarta – Industri dalam berbagai bentuk dan produk nasional berpotensi memberikan sumbangsih besar kepada devisa negara melalui capaian ekspor produknya. Sektor kerajinan dan kriya salah satunya. Kelompok industri kreatif ini sudah memiliki jaringan pasar yang luas di mancanegara seperti Eropa dan Amerika Serikat.

“Oleh karena itu, kami aktif terus mempromosikan produk kerajinan Nasional melalui berbagai pameran baik yang diselenggarakan di dalam dan luar negeri ,” ungkap Airlangga Hartarto saat membuka seminar dan diskusi Y-Fest Making Indonesia 4.0 di Fairmont Senayan, Jakarta. Kamis (27/9/2019).

Menurut Ketua Umum DPP Partai Golkar ini, kekuatan industri kerajinan menjadi salah satu produk kreatif yang masuk kedalam produk unggulan nasional dan sudah menjadi 4 acuan dari kementerian perindustrian. Acuan tersebut menjadi dasar guna mencapai tujuan tujuan dalam revolusi 4.0 ini khususnya yang sudah masuk ke wilayah pemasaran lewat e-commerce unggulan dalam negeri .

“Guna mendongkrak daya saing ini, industri kecil dan menengah sudah punya program peningkatan kompetensi SDM dan mendorong penggunaan teknologi terkini sehingga menciptakan kreatifitas dan inovasi , contoh partisipasi dan promosi lewat e-commerce unggulan dalam negeri,” kata sosok yang menjabat Menteri Perindustrian ini.

Ditengah bergulirnya revolusi industri 4.0, beberapa sektor industri kreatif yang secara nasional dipacu untuk memanfaatkan platform digital seperti ESmart usaha kecil dan menengah yang dibuat oleh kementrian Perindustrian. Pelaksana program ini menggandeng market place ternama, diantaranya Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blibli, dan Gojek.

Selain kebutuhan akan produk industri Indonesia untuk dan dapatkan pemasaran, juga harus melek pendidikan dan pengetahuan teknologi informasi. Agar nantinya, bisa mengetahui apa itu big data, coding, dan apa saja yang diperlakukan untuk menopang produk produk kita bisa dinikmati dan keberadaan di seluruh dunia selain menjadi sumber divisa negara. (sumarsono)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *