Kabar Parlemen

Hetifah Desak Investigasi Ambruknya SD di Pasuruan

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian. (Foto: CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)

kabargolkar.com, JAKARTA –¬†Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Syafiudian menyatakan pihaknya akan melakukan investigasi terhadap penyebab bangunan sekolah yang ambruk di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Pasuruan, Jawa Timur.

“Perlu dilakukan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab ambruknya bangunan sekolah tersebut. Perlu diselidiki, apakah memang ada terjadi gagal konstruksi sejak awal. Pihak-pihak terkait harus bertanggung jawab,” demikian kata Hetifah dalam keterangan resminya, Rabu (6/11).

Hetifah mengatakan sejumlah anggota komisi yang juga membawahi bidang pendidikan itu mengaku heran saat mendengar atap SDN Gentong itu bisa rubuh, padahal baru selesai dibangun sekitar dua tahun.

Ia mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri sudah mengeluarkan aturan yang mengatur terkait standarisasi sarana prasarana bangunan sekolah di seluruh Indonesia. Peraturan itu, kata Hetifah, mengatur tentang kekuatan bangunan sekolah harus tahan selama 20 tahun sejak awal didirikan.

“Makanya, seharusnya jika dibangun dengan baik, gedung ini masih memenuhi standar kelayakan,” kata politisi Golkar tersebut.

Melihat kejadian nahas itu, Hetifah mengaku sangat prihatin apalagi ketika mengingat anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan fasilitas pendidikan di Indonesia sudah sangat besar.

Walaupun tingkat SD merupakan tanggung jawab pemerintah kota, banyak program bantuan dari pemerintah pusat seperti dalam bentuk dana alokasi khusus dialokasikan ke daerah-daerah untuk mendirikan dan memperbaiki bangunan sekolah.

Ia lantas mencontohkan pada 2018 lalu, pemerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,7 triliun untuk rehabilitasi ruang kelas, dan Rp765 miliar untuk renovasi. Jumlah tersebut ditargetkan menjangkau 22.446 ruang kelas dan 1.179 sekolah di seluruh Indonesia.

“Apakah pihak sekolah yang tidak melaporkan kondisi bangunan sekolah yang sudah tidak layak, ataukah dari dinas pendidikan kota yang belum menindaklanjuti laporan? ” ujar Hetifah.

Sebelumnya, peristiwa nahas runtuhnya atap di SDN Gentong, mengakibatkan dua orang meninggal dunia terdiri dari satu siswa dan guru serta belasan siswa lainnya mengalami luka-luka. Gedung sekolah yang ambruk berada di bagian depan, terdiri dari empat kelas, yakni kelas 2 A dan B, serta kelas 5 A dan B. ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *