OPINI

Indonesia Perlu Laksanakan Reformasi Struktural Ekonomi Secara Berkelanjutan

ilustrasi (net)

Oleh: Eka Sastra*

kabargolkar.com Rupiah yang mengalami depresiasi hingga 8 persen lebih tahun ini memberikan pesan khusus kepada bangsa Indonesia untuk melaksanakan reformasi struktural secara berkelanjutan.

Benar bahwa ini adalah sebuah kondisi global yang ditandai oleh pembalikan Dollar AS ke negara asalnya sehingga memukul mata uang negara emerging markets seperti Indonesia, Argentina dan Turki. Tapi dibalik itu, kita memiliki kondisi domestik yang menyebabkan daya tahan rupiah terhadap Dollar AS tidak sekuat negara lain yang tidak atau hanya mengalami depresiasi relatif kecil terhadap Dollar AS.

Kuartet defisit dalam bentuk defisit neraca perdagangan, defisit transaksi berjalan, defisit neraca pembayaran dan defisit fiskal menjadi pemicu tingginya tingkat permintaan Dollar AS tanpa diimbangi penawaran yang berimbang sehingga membuat rupiah tertekan. Untuk itu dibutuhkan penyelesaian masalah ini secara komprehensif dan berkelanjutan.

Dalam jangka pendek, upaya menahan permintaan Dollar AS dalam bentuk pembayaran hutang dan impor serta repatriasi keuntungan perlu dilakukan dengan memberikan skema insentif dan disinsentif kepada para pelaku usaha seperti pembatasan impor selektif, insentif bagi reinvestasi keuntungan di Indonesia.

Penukaran hasil ekspor Dollar AS ke Rupiah bagi para eksportir dengan insentif menarik juga perlu dilakukan selain mengoptimalkan penerimaan Dollar AS dari sektor pariwisata dan ekspor yang dipermudah.

Tapi ini semua hanya jangka pendek, yang mendesak adalah reformasi struktural perekonomian Indonesia agar memiliki daya tahan dan daya saing yang tinggi. Upaya pengembangan industri berbasis substitusi impor untuk mengurangi impor bahan baku serta hilirisasi komoditas mendesak dilakukan agar meningkatkan pendapatan dari ekspor.

Agenda mendesaknya tentu saja pengembangan industri berbasis bahan baku lokal yang terintegrasi dengan sektor pertanian dan jasa agar terbentuk struktur ekonomi Indonesia yang kokoh, berdaya saing tinggi dan berkeadilan.

 

*Penulis adalah anggota Komisi VI Fraksi Partai Golkar DPR RI, Sekjen PP AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *