KABAR KADER KABAR PILEG

Inovasi Pahlevi Pangerang Kembangkan Ekonomi Masyarakat Kaltim

Pahlevi Pangerang (ist)

Kabargolkar.com, BALIKPAPAN – Dinamika dalam masyarakat mengikuti perubahan jaman melahirkan problematika. Hal ini membutuhkan jawaban, solusi untuk memecahkannya. Inovasi adalah upaya untuk mencari solusi dari problematika di masyarakat.

Partai Golkar, dengan doktrin karya kekaryaan sejak dulu selalu melahirkan inovasi  sebagai upaya menjawab berbagai permasalahan di masyarakat dan segala dinamika serta aspirasinya.

Memasuki tahun Pemilihan Umum 2019, partai dituntut untuk dapat menawarkan inovasi pada masyarakat. Sebagai upaya untuk memenangkan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, para kader Partai Golkar yang mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif (Caleg) pun sudah turun ke dapilnya masing-masing dengan menawarkan berbagai program untuk menarik perhatian dan kepercayaan masyarakat.

Pahlevi Pangerang, Caleg DPR RI tahun 2019-2024 di Dapil Kaltim mencoba menawarkan sesuatu untuk menarik minat para pemilih. Sebagaimana yang diutarakannya kepada kabargolkar.com pada Jumat (2/11/2018), selain pada persoalan-persoalan aktual yang terjadi di Kaltim seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat, Pahlevi juga bercita-cita membangkitkan kembali semangat koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat. Inovasi yang ditawarkan oleh salah satu kader muda Partai Golkar ini adalah koperasi millenial, untuk menumbuhkan enterpreneurship (jiwa pengusaha) muda melalui koperasi.

Menurut Pahlevi Pangerang, keberadaan koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat saat ini semakin menghilang akibat tersingkir oleh kapitalisme. Dengan demikian, Koperasi harus diangkat kembali.

“Koperasi harus dibangkitkan kembali. Karena saya melihat koperasi semakin dikalahkan oleh pihak kapitalis yang padat modal. Apalagi perhatian pemerintah terhadap koperasi saat ini masih sangat kurang,” demikian tegas sosok yang menjabat sebagai Wabendum DPP Partai Golkar ini.

Pahlevi Pangerang menambahkan, bahwa konsep koperasi adalah jaringan yang terbentuk di masyarakat melalui keanggotaan koperasi. Dengan demikian, konglomerasi rakyat sebenarnya terjadi dalam koperasi, sehingga sayang jika tidak dilanjutkan, karena akan dapat memberikan kesejahteraan ekonomi di masyarakat.

Pahlevi Pangerang melihat potensi generasi muda untuk membangkitkan kembali koperasi.

”Saya ingin menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan anak muda melalui koperasi. Jadi koperasi punya unit-unit usaha seperti yang terjadi di Malaysia. Di negeri Jiran itu, bisnis travel dan hewan kurban dikembangkan melalui koperasi dan itu maju,” sebut Pahlevi yang juga menjabat sebagai Ketua Puskud Kaltim.

Pahlevi Pangerang adalah pengusaha sukses yang telah lama memfokuskan diri untuk mengembangkan koperasi. Menurutnya, koperasi seharusnya menjadi sebuah entitas bisnis dan berbentuk badan usaha dengan semangat mencari keuntungan, sehingga tidak bergantung pada bantuan pemerintah, seperti yang terjadi selama ini.

Harapannya, generasi muda aktif sebagai pengurus dan anggota koperasi. Dengan semangat muda dan kebaruan, koperasi akan dikelola dengan pola modern yang berjiwa muda. “Perbedaannya antara koperasi dengan perseroan terbatas (PT-red) yang hanya dimiliki oleh segelintir orang. Nah, kalau koperasi dimiliki beramai-ramai oleh seluruh anggotanya. Sehingga keuntungan pun akan dibagi rata kepada setiap pemilik sahamnya, yaitu para anggotanya. Jadi, keuntungan dan kesejahteraan pun dirasakan oleh seluruh anggota koperasi,” pungkas Pahlevi. (tim liputan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *