KABAR NASIONAL

Inspirasi Millenial! Kisah Aburizal Bakrie 72 Tahun Mendulang Sukses

 

Menjadi Ketua Umum Partai Golkar 2 periode

Sewaktu masih menjadi Golongan Karya, hanya Amir Moertono yang mampu memimpin selama 2 periode dengan jangka waktu 10 tahun yaitu periode 1973-1978 dan 1978-1983. Setelah reformasi bergulir, tepatnya pada tahun 1999, Golkar pun bertransformasi menjadi Partai Golkar. Sosok sekaliber Akbar Tandjung, Jusuf Kalla menjadi Ketua Umum selama satu periode. Kemudian Aburizal Bakrie pun berhasil menduduki singgasana Ketua Umum pada periode 2009-2014. Kesuksesan ini diulanginya dengan meneruskan kepemimpinan kedua kalinya untuk periode 2014-2019. Setelah bertransformasi menjadi Partai, hanya ARB yang mampu menjadi Ketua Umum Partai Golkar selama dua periode.

Ketua Umum Partai Golongan Karya waktu itu, Aburizal Bakrie di Jakarta, 18 Maret 2014. (foto: Bagus Indahono/EPA)

Sempat digoyang dualisme kepemimpinan, pada 21 Oktober 2015 Mahkamah Agung memenangkan permohonan kasasi yang diajukan oleh Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (ARB) dan memutuskan bahwa kepengurusan Golkar yang sah adalah hasil Musyawarah Nasional (Munas) Riau dengan ARB sebagai ketua umum. MA mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan Golkar kubu ARB sebagaimana putusan No : 490K/TUN/2015. MA membatalkan putusan PT TUN dengan mengadili sendiri dan menyatakan kembali ke putusan PTUN.

Nah, disinilah letak kebesaran hati dan sosok kenegarawanan ARB. Bertekad menata kembali persatuan Partai Golkar, sebagai Ketua Umum dirinya bersedia menyelenggarakan Munaslub dan tidak mencalonkan diri lagi. Akhirnya munaslub itu dimenangkan oleh Setya Novanto pada 17 Mei 2016.

 

Sosok yang berani dan tegas

Keberhasilan Aburizal Bakrie sebagai seorang pengusaha, politisi, dan negarawan tidak terlepas dari pengalamannya dalam menjalani kehidupan. ARB tidak pernah ragu untuk tegas dan berani mengambil keputusan. “Kalo ragu ya bisnisnya ndak akan maju,” ujarnya dalam suatu kesempatan.

Luhut B Panjaitan

Bahkan hal tersebut pun diaminkan oleh Luhut B. Panjaitan, yang telah mengenal sosok ARB sejak lama. Saking berani dan tegasnya, Luhut menyesal tidak mengenal ARB sejak masih muda. Karena,  Luhut tidak akan segan-segan mengajak Ical untuk bergabung dengannya di Kopassus. “Coba kita kenal dari dulu, sudah gue suruh masuk Kopassus lu” ujar Luhut kepada ARB dalam sebuah kesempatan. Menurut Luhut, Keberanian dan ketegasan ARB adalah suatu hal yang diperlukan untuk memimpin perusahaan besar seperti Bakrie Group,  partai sebesar Golkar. Di mata Luhut,  ARB adalah sosok negarawan yang memiliki kapasitas untuk memimpin bangsa dan negara sebesar Indonesia.

 

selanjutnya: Mundur di tengah kesuksesan, mengalah untuk kepentingan yang lebih besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *