KABAR NASIONAL

Inspirasi Millenial! Kisah Aburizal Bakrie 72 Tahun Mendulang Sukses

 

Mundur di tengah kesuksesan, mengalah untuk kepentingan yang lebih besar

Kesuksesan yang menghampirinya ternyata tidak membuatnya lupa diri. Baginya, sukses adalah sebuah perjalanan, bukan akhir cerita. Hal ini ditunjukkan ketika dirinya tengah berada di puncak kejayaan kerajaan bisnis yang dibangunnya,  ARB justru mundur. Langkah ini dilakukan menyusul penunjukannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004. Setahun kemudian pada 2005, setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyusun kembali kabinet, ARB diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia.

Peringati HUT ke-51, Petinggi Golkar Ziarah ke TMP Kalibata (foto : VIVA.co.id/Muhamad Solihin)

Contoh lain bahwa dirinya kerap mengalah untuk kepentingan lebih besar ditunjukannya  di Partai Golkar. Setelah kemenangannya oleh MA yang mengesahkan posisinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar di tahun 2015, dirinya justru mengajak pihak yang awalnya berseberangan untuk bersama-sama membangun partai. Bahkan, munaslub pun dilaksanakan di era kepemimpinannya, dan dirinya bersedia tidak mencalonkan diri lagi, demi keutuhan Partai Golkar.

Lalu ada juga kasus Lapindo. Saat itu, kepemilikan saham Bakrie tidak kecil. Walau Lapindo tidak bersalah dan dikuatkan oleh keputusan pengadilan (MA) yang juga menyatakan tidak bersalah, ARB tetap membantu korban dengan ikhlas. Tidak tanggung-tanggung, sampai keluar uang sebesar Rp9 triliun untuk membayar tanah korban 20 kali NJOP atau 20 kali harga aslinya. Hal ini yang jarang diekspos di masyarakat. “Jika untuk kepentingan bangsa dan negara tidak ada lagi warna kuning, merah, hijau, biru atau putih. Yang ada hanya merah putih,” demikian ujarnya.

 

Visioner

Salah satu tanda yang membedakan pemimpin yang besar dan tidak adalah kemampuannya memprediksikan suatu hal di masa depan. Prediksi ini tentu saja bukan asal tebak-tebakan, namun berdasarkan pengalamannya dalam melihat dan menjalankan kehidupan. ARB pun dapat disebut sebagai pemimpin visioner.

Ketika menjabat sebagai Ketua Umum Golkar, dirinya mencetuskan cetak biru yang disebut “Visi Indonesia 2045: Negara Kesejahteraan”.  Visi ini memprioritaskan reformasi birokrasi, pendidikan, kesehatan, industri, pertanian, kelautan, infrastruktur, usaha mikro kecil menengah, dan koperasi. Untuk mencapai visi tersebut dan menjalankan segala prioritas, hal tersebut dilaksanakan dan diintegrasikan melalui “Catur Sukses Pembangunan Nasional”, yaitu pertumbuhan, pemerintahan, stabilitas, dan nasionalisme baru. Visi ini lantas diadopsi oleh partai-partai lain serta pemerintah.

Aburizal Bakrie (foto: Antara)

Dalam dunia bisnis, ARB pun telah lama memprediksi peluang usaha dengan prospek bagus di masa depan, Dirinya mengatakan FEW+C, yaitu Food (pangan/makanan), Energy (energi), dan Water (air), karena ketiganya akan selalu dibutuhkan dan tak lekang oleh zaman, serta Creative (industri kreatif).

ARB pun meramalkan akan terjadi disrupsi politik pada tahun 2019 di Indonesia. Menurutnya disrupsi politik tersebut terjadi dengan menggunakan wadah media sosial, sebagaimana yang telah terjadi dengan munculnya Gojek, tokopedia, dan lain-lain yang mengalahkan pemain-pemain lama.

 

Menyukai olahraga tenis

Ical adalah sosok yang gemar berolahraga. Dalam setiap kesempatan, dirinya selalu berusaha untuk berolahraga agar tubuhnya tetap bugar.

Salah satu cabang olahraga yang digemarinya adalah tenis, dan hal ini dilakukannya secara rutin. Dirinya pun mengikuti setiap perkembangan olahraga tersebut. Seperti yang dilakukannya ketika Asian Games Jakarta-Palembang 2018 berlangsung.

Aburizal Bakrie berikan apresiasi kepada Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi pada 1 September 2018, peraih medali emas cabang Tenis campuran di Asian Games 2018 Jakarta. (kabargolkar)

ARB memberikan apresiasi kepada Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi, pasangan ganda campuran peraih medali emas cabang olahraga tenis. Dirinya memberikan bonus kepada kedua atlet tersebut sebagai wujud apresiasi atas usaha keduanya yang telah mengharumkan nama bangsa.

Tidak tanggung-tanggung, ARB pun sempat memiliki sebuah klub tenis dibawah naungan POR Pelita Jaya. Di dalam klub itu, bergabung nama-nama terkenal di dunia tenis Indonesia, seperti Yayuk Basuki, Utaminingsih, Suharyadi, Wailan Walalangi, Sulistyono, Januar Mangitung, dan lain-lain. Bahkan, Yayuk Basuki pun pernah kecipratan bonus dari beliau, buah keberhasilannya menembus peringkat 40 besar dunia. ARB menghadiahkan sebuah mobil sport Nissan ZX 300 V-6 Turbo.

Selain tenis ARB juga peduli pada perkembangan dunia olahraga Indonesia. Dirinya tercatat sebagai salah satu ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

 

selanjutnya: Menghabiskan waktu bersama keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *