KABAR DPD

Jelang Pilkada di Kaltara, Golkar Masih Lihat Peta Politik

Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kaltara Abdul Djalil Fatah (Foto: korankaltara)

kabargolkar.com, TANJUNG SELOR – Partai Golongan Karya (Golkar) masih belum melakukan penjaringan untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, meski sejumlah partai politik sudah mulai bermanuver di Kalimantan Utara.

Menanggapi hal ini, Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kaltara Abdul Djalil Fatah menyatakan bahwa partainya masih menunggu hasil rapat.

“Kalau di Golkar, kita masih menunggu hasil pertemuan ketua umum kita di Jakarta hari Minggu yang lalu, pak Arsyad Thalib. Nanti kita adakan rapat,” katanya.

Disebutkan Djalil, mekanisme penjaringan calon dalam partai berlambang pohon beringin tersebut, tidak banyak berubah. Yakni melakukan survei terhadap sejumlah tokoh atau figur yang berpotensi dapat diusung dalam kontestasi politik di daerah tersebut.

“Sistem di Golkar itu tidak berubah setiap Pilkada. Selalu melalui survei. Jadi survei itulah yang menentukan nanti apakah kader sendiri, apakah di luar kader Golkar itu sendiri. Adapun nanti pendampingnya tetap dibicarakan sesuai mekanisme yang ada di Partai Golkar,” sebutnya.

Golkar di Kaltara, sejauh ini masih melihat peta politik. Tokoh yang akan diusung nantinya harus benar-benar yang diterima oleh masyarakat Kaltara. “Bersabar saja dulu, golkar itu bersifat hati-hati. Sebab keinginan kita ini, siapapun didukung Golkar harus betul-betul orang yang diterima oleh masyarakat banyak,” terangnya.

Dalam melakukan survei, Golkar di daerah akan melibatkan pihak-pihak independen. Termasuk melibatkan media dan perguruan tinggi.

Dibeberkan pula, dengan modal 4 kursi di DPRD Kaltara, peluang mengusung kader sendiri dalam Pilgub Kaltara cukup besar.

“Pasti ada lah, tapi tergantung figur yang terpilih jadi gubernurnya. Kita mensurvei sendiri, dengan 4 kursi itu kita harus berkoalisi. Yang jelas sekarang di Fraksi Golkar sudah ada tambah satu, yakni Perindo. Berarti tinggal dua kalau kita penuhi persyaratan 7 kursi itu. Tapi kalau ada partai lain mau gabung dan koalisi dengan kita tidak ada masalah,” jelas Djalil.

Lebih jauh ditanyakan masalah potensi kader Golkar yang ada di Kaltara, ia menyebutkan belum bisa dipastikan. Apalagi kondisi Golkar saat ini tidak seperti sebelum-sebelumnya.

“Kalau saya mengatakan, antara iya atau tidak. Karena potensi sekarang tidak seperti dulu, dulu Golkar yang berkuasa. Kader Golkar ini banyak, tidak hanya di internal partai, sebagian besar ada di pegawai, itu masalahnya. Makanya saya bilang tadi iya atau tidak,” imbuhnya. (korankaltara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *