KABAR DPD

Jelang Pilwali Surabaya 2020, Golkar Munculkan Nama Adies Kadir

Silaturahmi tokoh-tokoh masyarakat dengan para caleg yang diusung Partai Golkar, Minggu (14/10/2018), dalam acara ini Partai Golkar melalui MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong) menggadang nama Adies Kadir untuk juga turun dalam Pilwali 2020 mendatang. (Surabaya.Tribunnews.com/Fatimatuz Zahro)

kabargolkar.com – Meski ajang pemilihan wali kota Surabaya masih akan digelar di 2020, namun sejumlah nama yang digadang akan maju dicalonkan menjadi wali kota Surabaya mulai bermunculan.

Setelah PKB memunculkan nama Fandi Utomo untuk maju dalam Pilwali, kini Partai Golkar juga tak mau kalah bersaing.

Dalam acara silaturahmi tokoh-tokoh masyarakat dengan para caleg yang diusung Partai Golkar, Minggu (14/10/2018), Partai Golkar melalui MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong) menggadang nama Adies Kadir untuk juga turun dalam Pilwali 2020 mendatang.

Sebab MKGR menilai sosok Adies Kadir merupakan sosok yang sangat memahami kultur dan tipekal masyarakat Surabaya.

Ketua DPC MKGR Surabaya Arif Fathoni menyampaikan sejak pelaksanaan Pilwali 2015 lalu, sebenarnya MKGR sudah miminta Adies Kadir maju bertarung dalam kontestasi Pilwali.

Namun saat itu, Adies Kadir menolak untuk ikut serta dalam kontestasi politik tersebut. Dan memilih fokus untuk menjadi anggota DPR RI di Senayan.

“Untuk itu di Pilwali 2020, MKGR kembali menyuarakan untuk Adies Kadir maju Pilwali Surabaya,” ungkap Arif Fathoni yang juga maju sebagai caleg DPRD Kota Surabaya ini.

Dalam acara silaturahmi tokoh masyarakat dengan caleg DPR RI ini, Adies Kadir dan juga caleg DPRD Jatim Blegur Prijanggono juga tampak hadir.

Lebih lanjut Arif Fathoni menyampaikan memunculkan nama Adies Kadir untuk digadang maju sebagai calon wali kota nantinya bukan tanpa alasan.

Ia menilai sosok Adies Kadir sudah sangat berpengalaman dan teruji. Buktinya pada tahun 2009 hingga 2014, Adies Kadir duduk sebagai anggota DPRD Surabaya. Pada 2010 beliau maju cawawali, 2014 terpilih menjadi DPR RI.

Adies Kadir dinilai memiliki modal sosial yang cukup sangat bagus.

“Aalagi sekarang beliau menjadi pengurus DPP partai Golkar. Beliau tidak hanya memiliki modal sosial, tapi juga model politik, bahkan model finansialnya pun sudah tercukupi,” ungkapnya.

Fathoni mengatakan, sepuluh tahun kepemimpinan wali kota Surabaya Tri Rismaharini sudah cukup bagus untuk pembangunan infrastruktur dasar masyarakat perkotaan.

Dibutuhkan sosok pengganti Risma yang kuat dan memahami karakteristik masyarakat Kota Pahlawan. Yang bersih, dan anti korupsi.

“Di tengah banyaknya kepala daerah yang tertangkap KPK, butuh kepala daerah yang sangat paham dengan aturan dan latar belakang Adies Kadir sebagai praktisi hukum yang saat ini duduk sebagai anggota komisi III DPR RI yang membidangi masalah Hukum, HAM dan Keamanan, beliau mampu menjalankan roda pemerintah yang tidak bertabrakan dengan aturan yang ada,” ujarnya.

Caleg dari partai Golkar Ini menuturkan MKGR yakin Adies Kadir tidak sekedar mampu menjadikan Kota Pahlawan ini semakin berkembang pesat, tapi program maupun kebijakan yang dilahirkan tetap dalam koridor peraturan yang ada.

Usulan MKGR ini akan diteruskan ke atas hingga ke DPP Partai Golkar. Arif Fathoni ingin agar dalam Pilwali Surabaya, Partai Golkar bisa mengusung kader sendiri. (tribun)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *