KABAR NASIONAL

Jusuf Kalla Tegaskan Syariat Islam Hukum Tertinggi

kabargolkar.com, BALIKPAPAN –Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mewacanakan akan mempertimbangkan Perda Syariah untuk dihapus, jika kader partainya terpilih di Pileg 2019.

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyatakan, Perda merupakan kebijakan gubernur dalam menjalankan otonomi daerah, sedangkan Syariat Islam adalah keharusan dan hukum tertinggi bagi para Umat Islam.

Wapres Jusuf Kalla menegaskan Perda Syariah yang telah ada merupakan kebijakan otonomi daerah tertentu berdasarkan Syariat Islam yang ditempatkan tertinggi sebagai Undang-Undang dan peraturan.

Jusuf Kalla yang juga merupakan Ketum Dewan Masjid Indonesia ini mengungkapkan Syariat Islam lebih tinggi dari Perda, jika ada Perda yang berisi Syariah maka itu berdasarkan kebijakan otonomi daerah yang masyarakatnya mengamalkan Syariat Islam.

Wapres JK menyebut hukum Syariah berdasarkan dua sumber yaitu Al Qur’an dan Hadist. Hal ini disampaikan Jusuf Kalla saat membuka Silatnas Da’i 2018 di Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Hari ini terjadi perdebatan tentang perlunya undang undang Syariah, Perda Syariah, sebenarnya itu jauh lebih tinggi, Perda hanya urusan gubernur, justru Syariah perintah Alloh dan Rasulnya, jauh lebih tinggi dari itu, tidak ada konteksnya boleh atau tidak, karena ada aturannya tertinggi, bagi kita aturan tertinggi Al Quran dan Hadist, tidak ada lagi lebih tinggi dari itu, karena aturan perda tidak menjadi masalah, di Indonesia keagamaan kita Alhamdulillah, musolah ada dimana mana, masjid hampir 1 juta,” ungkap Wapres Jusuf Kalla di Balikpapan, pada Kamis (22/11/2018).

Masih dalam Silaturahmi Nasional Da’i 2018, Wapres Jusuf Kalla kepada para da’i meminta berdakwah tidak saja mengajarkan tauhid dan ibadah saja, namun juga mengajarkan muamalah dalam berusaha meningkatkan ekonomi umat.

Muamalah dapat meliputi bertani, berkebun, berdagang, hingga menjadi pekerja berketerampilan. Jusuf Kalla mendorong para da’i juga untuk memakmurkan masyarakat sesuai kearifan lokal di daerah masing masing.

“Kita harapkan da’i da’i ini tidak hanya mengajarkan tentang ibadah, tauhid kepada seluruh masyarakat, tetapi juga mengajarkan muamalah yang baik, keduniaan, petani diajarkan bertani yang baik, pedagang mendorong berdagang, memakmurkan masyarakat adalah bagaimana berusaha dengan baik, bukan hanya tugas dai, tapi tugas kita semua,” kata Jusuf Kalla. (rri)

#GolkarBersamaUmat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *