KABAR DPD KARYA KEKARYAAN

Kadir Halid Apresiasi Taufan Pawe Jabat Ketua MKGR

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Parepare, Taufan Pawe terpilih menjadi Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR). [foto: Online 24 Jam]

kabargolkar.com, MAKASSAR– Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Parepare, Taufan Pawe terpilih menjadi Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).

MKGR adalah organisasi pendiri Sekretariat Bersama Golkar yang menjadi cikal bakal Partai Golkar di Indonesia. Terpisah, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Sulsel, Kadir Halid memberikan apresiasi.

“Kita tentu bersyukur dan mengapresiasi atas terpilihnya Pak Taufan Pawe,” kata Kadir, Kamis (7/2/2019).

Ia pun berharap MKGR bisa cepat konsolidasi untuk menenangkan Partai Golkar di Sulsel.

“MKGR itu pendiri partai sehingga memang harus cepat konsolidasi untuk memenangkan Golkar,” katanya.

Apalagi, lanjut Kadir, Sulawesi Selatan adalah “lumbung” suara Partai Golkar selama 10 kali pemilihan umum (Pemilu). Taufan Pawe memimpin organisasi ini untuk kali kedua. Ia terpilih pertama kali, 2017 lalu di Hotel Singgasana.

Beberapa dedengkot MKGR Sulsel seperti Hamka B Kady (Legislator DPR RI), Marzuki Wadeng (legislator DPRD Sulsel), Irianto Ahmad (mantan sekretaris DPD II Partai Golkar Makassar sekaligus Direktur Utama PD Parkir).

Sejarah MKGR, Dari Ormas ke Partai

MKGR bermula dari organisasi massa pada 1960. MKGR pun turut mendirikan Sekretariat Bersama (Sekber) Partai Golkar, tahun 1964. MKGR banyak bergerak untuk kegiatan nonpolitik Golkar kala itu seperti di bidang pendidikan, ekonomi dan sosial.

Saat Indonesia memasuki masa Reformasi, tepatnya 27 Mei 1998, MKGR mendeklarasikan diri sebagai partai. Istri mantan ketua MKGR Mayor Jenderal (Purn) Soegandhi, Siti Aminah Soegandhi menjadikan MKGR sebagai partai.

Mien, sapaan Siti Aminah, juga menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Wanita periode 1993-1998. Menantu Mien Soegandhi, Letnan Jenderal Soeyono memimpin Partai MKGR.

Akhirnya, MKGR ikut pemilihan umum (Pemilu) 1999 dengan nomor urut 38. Partai ini mendapatkan suara sebanyak 204.204 suara atau 0,19 persen. Partai ini tidak mendapatkan kursi di DPR RI.

Belakangan, organisasi ini kembali masuk dalam organisasi di bawah naungan Partai Golkar. [TribunTimur]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *