DPP KABAR PILPRES

Kampanye Ma’ruf Dihadang, Ace Hasan: Itu Namanya Premanisme!

KH Ma’ruf Amin disambut haru pendukungnya di Sumenep. (Foto: kma for ngopibareng.id)

kabargolkar.com, JAKARTA — Rombongan cawapres 02, Ma’ruf Amin, diadang massa pro Prabowo-Sandiaga usai kampanye di Sumenep, Madura, pada Senin (1/4) lalu.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN), Ace Hasan Syadzily, menilai tindakan semacam itu tidak bisa ditolerir.

“Premanisme yang ditunjukkan pendukung kubu 02 yang mengadang Kiai yang akan beribadah dan ziarah tidak bisa ditolerir. Ini menunjukkan kubu 02 terbiasa dengan cara-cara intimidatif, provokatif dan juga menghalalkan segala cara,” kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/4).

Sikap itu menunjukkan ketidakhormatan pada sosok Ma’ruf sebagai ulama.

“Sikap mengintimidasi dan tidak menghormati Ulama yang akan melaksanakan ritual NU seperti ziarah dan Haul adalah cara-cara premanisme yg tidak pernah diajarkan dalam ajaran NU,” ungkapnya.

Politikus Partai Golkar ini mengimbau pencinta ulama lainnya tidak terprovokasi oleh aksi-aksi semacam itu.

“Perilaku penghinaan terhadap ulama juga dilakukan terhadap Kiai Mustafa Bisri dengan mengedit video yang seolah olah beliau mengomentari Kiai Ma’ruf Amin. Inilah perilaku tidak beradab yang akan menimbulkan perpecahan bangsa,” ucapnya.

Sebelumnya, usai melakukan kampanye terbuka di Sumenep, Madura, calon wakil presiden Ma’ruf Amin hendak menghadiri acara Haul dan berziarah ke makam Kiai Suhro di Pamekasan. Namun, sekitar Pukul 17.35 WIB di desa Jambringin, belasan mobil iringan Ma’ruf mendadak memperlambat laju kendaraan.

Ternyata, ratusan pendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga berkumpul di lokasi. Hal ini terlihat dari teriakan massa, dan beberapa atribut yang dibawanya.

Ada massa yang di pinggir jalan sembari mengacungkan jempol dan telunjuk simbol nomor paslon tersebut. Ada pula yang berada di atas motor, sembari sesekali teriak dan menggeber gas kendaraannya.

“Prabowo, Prabowo, Prabowo,” pekik massa, Senin (1/4). [merdeka]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *