KABAR DPD

Kejari Kembangkan Dugaan Korupsi Jasmas, Golkar Hormati Proses Hukum

Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Kota Surabaya, Arif Fathoni (Foto: beritajatim)

kabargolkar.com, SURABAYA – Pengembangan penyidikan kasus korupsi Jasmas oleh Kejari Tanjung Perak turut disikapi Partai Golkar. Untuk diketahui, salah satu kader partai berlogo beringin itu turut ditetapkan menjadi tersangka dalam perkara ini.

“Golkar pada prinsipnya menghormati proses hukum yang tengah berjalan dan dilakukan oleh teman-teman Kejaksaan,” ujar Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Arif Fathoni.

“Pada prinsipnya, setiap anak bangsa wajib untuk mendukung setiap upaya pemberantasan korupsi,” tambah pria yang juga Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kota Surabaya itu.

Pada kesempatan terpisah, pakar hukum pidana korupsi asal UNAIR, Wayan Titip Sulaksana mendesak agar kasus Jasmas (Jaring Aspirasi Masyarakat) diusut tuntas oleh pihak Kejari Tanjung Perak. Menurutnya, saat ini waktunya pihak kejaksaan membuktikan diri.

“Ayo ikuti aliran dananya. Diusut tuntas. Kalau dari pihak Pemkot ada yang ikut merasakan, sikat saja juga semua. Harus diusut tuntas. Waktunya ini,” kata Wayan Titip, Senin (23/9/2019).

“Kepala Kejari Perak ini kan orang bagus. Pernah jadi Jaksa KPK juga. Bagus ini. Harus ini diusut tuntas sampai ke akar-akarnya,” tambahnya.

Pemeriksaan Ketua DPRD Surabaya periode 2014-2019, Armuji pun tak lepas disoroti oleh Wayan Titip. Peran dan keterlibatan anggota DPRD Jatim 2019-2024 itu harus diusut tuntas juga.

“Kalau tahu dan ikut menerima, ya harus ditersangkakan di kasus korupsinya. Kalau hanya tahu saja, tapi tidak melaporkan nah ini bisa kena KUHP pasal 165. Pidana umum itu, bukan korupsi, karena tahu ada bagi-bagi duit tapi tidak melaporkan kepada atasannya atau penegak hukum,” tegas Wayan Titip.

Sebagai informasi, enam orang tersangka yang telah ditetapkan dalam perkara ini adalah anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014 – 2019. Mereka yaitu Syaiful Aidy dari Partai Amanat Nasional (PAN), Dini Rijanti dan Ratih Retnowati (anggota dewan aktif), keduanya dari Partai Demokrat, Binti Rochmah dari Partai Golongan Rakyat (Golkar), Sugito dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), serta Aden Dharmawan dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Meski demikian, penyidikan dugaan kasus korupsi dana Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemkot Surabaya 2016 terus berlanjut.

Terbaru, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak memintai keterangan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya periode 2014 – 2019, Armuji. (beritajatim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *