KABAR DPD Kabar Parlemen

Kerja Nyata Legislator Golkar Bali Gencarkan Industri Pariwisata

Luh Gede Sri Mediastuti atau akrab disapa Luh De saat turun menyerap aspirasi warga. [foto: tribun-bali]

kabargolkar.com, MANGUPURA – Industri pariwisata di Kabupaten Badung telah mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan. Itu pula sebabnya, Pemkab Badung melaksanakan berbagai program yang meringankan beban masyarakatnya.

Dalam bidang pendidikan, Pemkab Badung bahkan membagikan laptop gratis kepada siswa SD di Badung. Sedangkan di bidang kesehatan, Bupati Giri Prasta memberi pelayanan kepada warga Badung dengan menggratiskan biaya kesehatan melalui Program Badung Sehat.

Program-program tersebut telah menjadikan Badung ibarat gula yang dikerubungi semut. Warga pendatangpun berbondong-bondong memilih Badung sebagai tempat tinggalnya, baik untuk menetap maupun mencari pekerjaan di sektor pariwisata.

Menanggapi fenomena tersebut, anggota DPRD Badung yang duduk di Komisi IV Partai Golkar, Luh Gede Sri Mediastuti mengatakan, dalam konteks NKRI adalah salah jika kita tidak menerima warga yang datang untuk tinggal di Badung.

Namun, Sri Mediastuti atau yang akrab disapa Luh De ini tetap mengingatkan agar warga pendatang (duktang) tetap mengindahkan peraturan yang berlaku di Badung.

Selain masalah kependudukan, ia juga meminta peran serta masyarakat asli atau yang sudah lama bermukim di Badung untuk bersama pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap kehadiran duktang.

Luh De menilai peran lingkungan masyarakat mulai dari keluarga yang mengelola kos-kosan maupun usaha sejenis mutlak diperlukan.

“Namun kehadiran mereka memberikan dampak yang luas bagi kemajuan masyarakat Badung secara keseluruhan,” ujar Luh De.

Diapun menegaskan agar kebijakan kependudukan lebih ketat lagi untuk memfilterisasi ekses negatif dari kehadiran duktang di Badung dengan memperhatikan Kartu Keluarga (KK) yang bersangkutan penduduk asli Badung atau bukan.

“Hal ini tidak bermaksud untuk mendiskriminasi antara penduduk asli atau duktang, namun kontrol KK ini sebagai langkah preventif agar tidak terjadi hal-hal negatif di kemudian hari,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, sebelum menjadi anggota DPRD Badung, dalam pengabdianya, Luh De pernah menjadi istri kelihan adat di Banjar Segara Kuta selama 20 tahun.

Berbekal pengalaman, pelayanan serta pengabdian itulah, ia bisa demikian dekat dengan masyarakat. Hal itu mempunyai peranan penting bagaimana sebuah proses pengabdian yang sangat panjang.

Sehingga, ketika dia menjadi anggota DPRD Badung, ia tetap melayani masyarakat karena sebuah pelayanan sebagai amanah dari masyarakatnya, baik di Kecamatan Kuta sebagai basis konstituennya maupun Badung secara keseluruhan. Hal itu terbukti dengan keberhasilan Luh De dalam memfasilitasi aspirasi masyarakat.

Beberapa aspirasi warga yang telah dia fasilitasi dan sudah direalisasi antara lain: Pura Dadia Pasek Gegel Tuban, Pura Pasek Gumiar Kedonganan, Pura Dewa Hyang Pasek Gelgel Banjar Pande Mas Kuta, Pura Panti Pasek Gelgel Banjar Anyar, Pura Dalem Lamun Alit Kuta, Pura Dalem Tanjung Pikatan Kuta, Pura Batur Jati Banjar Merta Jati, Balai Banjar Segara Kuta, Pemuda Banjar Segara Kuta, Pura Pasek Toh Jiwa (Sading).

Selain itu, ada juga Pura Dewa Hyang Siwa Gaduh Pengabetan Kuta, Sekaa Sutri Banjar Segara Kuta, Sekaa Sutri Banjar Anyar Kuta, Sekaa Sutri Banjar Jaba Jero Kuta, Sekaa Sutri Banjar Tebesari Kuta, Sekaa Sutri Banjar Pengabetan Kuta, Kelompok Nelayan Mina Segara, Sanggar Kipas RT Gotong Royong, dan Sanggar Cakra Bhuwana. [tribun-bali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *