KABAR NASIONAL

Ketua Dewan Pakar Golkar Tanggapi Wacana Pemotor Masuk Tol

kabargolkar.com

Agung Laksono, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar (istimewa)

kabargolkar.com, JAKARTA – Wacana motor boleh lewat jalan tol menjadi perdebatan di masyarakat. Sebagai infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah untuk rakyat dan menggunakan uang rakyat, maka sudah selayaknya semua pihak dapat menggunakannya tanpa pembatasan.

Namun, pendapat berbeda muncul dari pihak yang tidak setuju tentang wacana motor boleh lewat jalan tol. Argumentasi bahwa jalan tol merupakan tempat kendaraan melaju dengan sangat tinggi menjadi alasan bahwa hal tersebut tidak aman. Ditambah, dengan perilaku buruk sebagian besar pengendara motor di Indonesia, maka risiko kecelakaan menjadi lebih tinggi.

Wacana ini pun mendapat perhatian dari Agung Laksono. Ketua Dewan Pakar Partai Golkar ini termasuk pihak yang melihat wacana motor masuk jalan tol sebagai hal yang berbahaya karena riskan kecelakaan. Hal tersebut terungkap melalui rilis yang diterima oleh kabargolkar.com pada Selasa (29/1/2019).

Pemotor masuk tol berbahaya

kabargolkar.com

ilustrasi pemotor masuk tol (kompas/Donny Apriliananda)

“Mengingat batas kecepatan kendaraan di jalan tol sangat tinggi (umumnya diatas 80 km per jam). Kemudian perjalanan berjarak panjang/jauh serta bisa digunakan oleh kendaraan roda empat berbagai ukuran dari yang kecil sampai truk atau bus ukuran raksasa maka usulan agar seluruh pemotor boleh masuk jalan tol bercampur baur dengan kendaraan roda empat lainnya itu sangat berbahaya,” ungkap Agung Laksono.

Sebagaimana diketahui, pengendara motor dituntut harus konsentrasi sepanjang perjalanan. Sementara jalan tol yang biasanya berjarak jauh membuat pengendara motor rentan kelelahan. Hal ini menyebabkan risiko kecelakaan yang cukup tinggi.

Agung Laksono menambahkan dengan ukuran kapasitas mesin yang berbagai macam, dari yang kecil sampai besar, disinyalir keberadaan pemotor di jalan tol berbahaya bagi pengguna tol lainnya. “Bagi pemotor itu sendiri juga berbahaya bagi pengguna jalan tol lainnya. Kita ketahui sepeda motor itu bermacam jenis dari mulai ukuran kecil bermesin 50 cc sampai dengan moge yg bermesin lebih dari 1500 cc,” tambahnya.

Pemisahan jalur jadi solusi?

Wacana pemotor masuk tol terus berkembang. Salah satu usulan adalah memisahkan jalur antara pengguna motor dan mobil di jalan tol. Dengan demikian, akan menjaga ketertiban di jalan tol disamping juga mengurangi risiko kecelakaan.

Agung Laksono menambahkan bahwa pemisahan jalur khusus untuk sepeda motor tidak serta merta membuat motor dapat berlenggang di jalamn tol, karena masih ada risiko yang mungkin saja terjadi. Selain itu, beban investasi menjadi lebih besar, karena pengembang jalan tol harus menyediakan lahan dan infrastruktur untuk jalur khusus tersebut.

“Kecuali ada pemisahan jalur khusus utk sepeda motor. Inipun masih menanggung risiko baik kecelakaan antar sepeda motor. Dan juga risiko bertambah mahalnya nilai investasi jalan tol yang masih dibutuhkan di berbagai wilayah diseluruh tanah air, ” tegas Agung Laksono.


berita terkait: Motor Boleh Lewat Tol, Ini Penjelasan Ketua DPR


Agung Laksono meminta agar argumentasi “demi kepentingan umum”  tidak gampang dilayangkan hanya demi memuaskan kepentingan beberapa kelompok saja. Membutuhkan kajian mendalam dari semua pihak untuk membahas wacana pemotor masuk jalan tol. “Hati hati dengan argumen ‘demi kepentingan umum’,” pungkasnya. (tim liputan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *