DPP KABAR KADER KABAR NASIONAL

Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily Minta Polisi Usut Tuntas Motif Hoax Ratna Sarumpaet

Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily.foto: Holang/breakingnews.co.id

kabargolkar – Partai Golkar (PG) meminta polisi agar‎ mengusut motif di balik pernyataan bohong atau hoaks dari Ratna Sarumpaet. Ratna yang merupakan anggota tim kampanye pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ini dicurigai tidak main sendiri.

“Ketika Ratna Sarumpaet menyatakan bahwa dia dianiaya, para terdidik itu kok tiba-tiba menjadi seperti tidak mengerti bahwa negara kita negara hukum. Alih-alih melaporkan ke kepolisian, justru mereka ramai-ramai membuat pernyataan bahwa mereka simpatik kepada Ratna Sarumpaet sambil mengecam sana-sini dengan maksud mendelegitimasi pemerintahan Jokowi,” kata Ketua DPP PG bidang Media dan Pengalangan Opini Ace Hasan Syadzily di Jakarta, Kamis (4/10).

Sebagaimana diketahui, Ratna akhirnya mengakui bahwa dirinya berbohong dengan mengatakan telah dianiaya oleh orang tidak dikenal. Dia mengaku dipukul, diinjak perutnya, dan dibuang di daerah Jawa Barat. Pernyataan itu kemudian mendapat simpati dan kecaman dari Prabowo, Sandiaga, Amien Rais, Djoko Santoso, Fadli Zon dan sejumlah pendukung Prabowo lainnya.

‎Ace menjelaskan para terdidik dan anggota tim sukses Prabowo-Sandi merespons pengakuan Ratna dengan menyatakan kekerasan terhadap perempuan harus dilawan. Mereka berteriak negara dzalim terhadap perempuan. Negara tidak hadir dan melanggar HAM.

“Andai pihak kepolisian tidak mengungkap bahwa ada bukti-bukti yang meyakinkan tentang keberadaan Ratna Sarumpaet yang tidak dikeroyok dan dianiaya di Bandung tetapi dia sedang operasi plastik di sebuah RS di Jakarta, mungkinkah seorang Ratna Sarumpaet akan mengakui kebohongannya? Apa jadinya jika seorang Ratna Sarumpaet tidak mengakui kebohongan itu? Apakah pihak sana akan terus-menerus memproduksi dan mereproduksi kekerasan sebagai komoditas politik?” tanya Ace.

Golkar sangat menyayangkan seorang calon presiden, mantan Ketua MPR RI, Wakil Ketua DPR RI, dan para cerdik cendekia gampang mempercayai cerita kekerasan tanpa ada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Bukannya mengambil langkah hukum, malah berlomba-lomba membuat pernyataan politik yang isinya mengecam rezim yang berkuasa.

Menurutnya, ‎masyarakat yang mempercayai pernyataan Ratna akan mudah sekali tersulut emosinya. Mereka akan marah karena seorang ibu-ibu atau emak-emak dianiaya. Opininya digiring sehingga menimbulkan perlawanan kepada pihak yang selama ini dikritik Ratna. Jika dibiarkan berita hoaks itu akan terbangun opini bahwa pemerintahan Jokowi merupakan rezim yang tidak berpihak dengan emak-emak.

“Itulah kira-kira target politiknya. Itulah jahatnya hoaks. Berita bohong akan membentuk opini yang negatif. Pihak kepolisian tidak boleh ragu untuk mendalami secara tuntas apa motif di balik cerita kebohongan itu? Kenapa orang-orang terdidik itu turut juga turut menyebarkan berita bohong itu,” tutup Ace.{beritasatu}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *