KABAR NASIONAL Kabar Parlemen

Ketua DPR Ingin Kemendagri Terlibat Mitigasi Bencana

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (kabargolkar)

kabargolkar.com, JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menginstruksikan Pemerintah Daerah (Pemda) yang membawahi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah evakuasi/penyelamatan diri jika terjadi bencana di lingkungannya seperti memperbanyak simulasi evakuasi bencana.

Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo, mengingatkan Kemendagri bersinergi dengan Pemda, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam upaya penanggulangan bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Menurutnya hal itu sudah diatur oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Menurut kader Partai Golkar ini, Kemendagri bisa bekerjasama dengan Pemda, BNPB, dan kepolisian dalam memperjelas dan memperbanyak petunjuk jalur evakuasi, terutama di tempat rawan bencana, agar masyarakat dapat mudah menyelamatkan diri jika terjadi bencana.

Bamsoet berharap adanya perbaikan peralatan early warning system (EWS) milik BMKG dan BNPB untuk meminimalkan kerugian materi dan jatuhnya korban jiwa apabila terjadi kembali bencana alam seperti longsor, banjir, gempa bumi, maupun tsunami, mengingat waktu peringatan dini merupakan aspek yang paling penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Bamsoet juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat peralatan EWS.

Pada kesempatan ini Bamsoet mengapresiasi kerja BMKG yang terus memberikan informasi mengenai kondisi cuaca dan alam Indonesia secara cepat dan akurat melalui media cetak, siber, dan siaran pers, guna memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi. BMKG menurutnya juga aktif memberikan informasi tersebut kepada lembaga transportasi darat, laut, sungai,danau, dan udara.

Bamsoet juga menginginkan anaak-anak sejak dini dikenalkan macam-macam bencana yang berpotensi terjadi di Indonesia dan diajarkan tindakan apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Untuk itu Bamsoet mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengkajinya.

Terakhir, Bamsoet berharap masyarakat untuk siaga dan tanggap pada bencana, dan bersama-sama menjaga lingkungan sekitar seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menebang pohon tanpa izin sebagai bentuk upaya penanggulangan bencana di wilayah masing-masing.

Sebagai informasi, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap mitigasi bencana masih rendah. Padahal berdasar Peta Rawan Bencana (Hazard Maps) 2017, terdapat 295 sesar (patahan/lempeng) aktif yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. (tim liputan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *