DPP KABAR DPD

Kisruh Makin Meruncing, Begini Kata Golkar Tabanan

(Kiri ke kanan) Kusnandar, Made Dedung Suardana, I Gusti Putu Wijaya dan I Wayan Subawa menggelar jumpa pers di Jalan Tukad Barito, Niti Mandala Denpasar, Selasa (5/3). [foto: nusadua]

kabargolkar.com, TABANAN — Tudingan Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih (Demer) bahwa terpilihnya I Ketut Arya Budi Giri (ABG) sebagai Ketua DPD II Golkar Tabanan dan Ketua DPD II Golkar Buleleng I Made Adi Djaya prosesnya menyalahi AD/ART dinilai sebagai fitnah.

Sementara kisruh Golkar Bali makin meruncing karena salah satu kader senior Golkar Bali yang masih dipertahankan Demer dalam kepengurusan hasil reshuffle, Kusnandar malah merapat ke kubu mantan Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Golkar Bali, I Gusti Putu Wijaya yang dilengserkan Demer.

I Gusti Putu Wijaya, I Wayan Subawa, dan Made Dedung Suardana yang dilengserkan Demer dari kepengurusan DPD I Golkar Bali (kepengurusan Ketua DPD I I Ketut Sudikerta) menggelar jumpa pers dengan awak media di Jalan Tukad Barito, Niti Mandala Denpasar, Selasa (5/3). Hadir juga dalam pertemuan itu Ketua DPD II Golkar Buleleng, I Made Adi Djaya. Selain itu Kusnandar yang lolos dari reshuffle dan dipertahankan Demer di kepengurusan malah merapat dalam pertemuan tersebut.

Kusnandar hadir walaupun tidak memberikan statement apapun dalam pertemuan tersebut. Wijaya mengatakan Musda Golkar Tabanan yang menghasilkan Ketua terpilih Arya Budi Giri (ABG) pada 23 Juli 2016 sah adanya, sesuai dengan mekanisme organisasi.

“Musda Golkar Tabanan awalnya deadlock, karena pada saat Musda dengan agenda penyampaian pandangan umum memang ada dukung mendukung. Tetapi itu tidak hasil pemilihan, karena belum pemilihan. Saat itu DPD II demisioner baru menyampaikan pertanggungjawabannya. Tetapi berlanjut ke pencalonan dan pemilihan terjadi ribut saling lempar kursi. Sampai akhirnya Musda deadlock. Saya menjadi pimpinan Musda melakukan skor. Musda disepakati ditarik ke DPD I (Provinsi). Saya ditunjuk jadi Plt Ketua DPD II, ” tegas mantan Ketua DPD II Golkar Tabanan yang dilengserkan dari jabatan Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Golkar Bali oleh Demer ini.

Proses Musda dilanjutkan puncaknya di Denpasar 23 Juli 2018. Saat itu seluruh PK, sayap organisasi, ormas partai hadir. Mereka sepakat mencalonkan Arya Budi Giri sebagai Ketua DPD II Golkar Tabanan. Akhirnya ABG terpilih secara aklamasi. Dalam proses formatur Nyoman Wirya selaku Ketua DPD II Golkar Tabanan demisioner saat itu menjadi Ketua Dewan Penasehat DPD II Golkar Tabanan.

“Jadi apanya yang salah. Ada berita acara. Ada absennya kok. Mungkin Pak Demer saat itu karena nggak hadir jadinya kurang mendapatkan informasi,” ujar politisi asal Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan ini.

Sementara penetapan Ketua DPD II Golkar Buleleng yang juga dituding menyalahi aturan karena ditetapkan DPD I Golkar Bali juga ada bukti otentiknya. Kata Wijaya, DPD I Golkar Bali menetapkan Adi Djaya dari Plt Ketua DPD II Golkar Buleleng menjadi Ketua DPD II definitif karena Partai Golkar akan mencalonkan caleg di Buleleng.

“Jadi pengurus dan ketua tidak boleh Plt. Sehingga DPD I Golkar pun usulkan Adi Djaya ke DPP untuk penetapan sebagai ketua definitif. Karena itu kepentingan pendaftaran caleg ke KPU. Kalau tidak nggak ada caleg Golkar di Buleleng,” imbuh mantan anggota DPR RI dua periode ini.

Sementara tudingan ada yang menjadi dalang di balik manuver dan gerakan Wijaya cs, sampai ada indikasi menggerakan demo ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Demer, menurut Wijaya salah alamat.

“Apa kepentingan kita menggerakkan demo ke KPK? Kalaupun Demer ada kasus di KPK itu urusan pribadi dia, jangan menuduh kita ada dalang,” ujar Wijaya.

Sementara Adi Djaya yang kemarin merasa dituding ditetapkan menjadi Ketua DPD II Golkar Buleleng tanpa mekanisme yang benar meminta Demer membuktikan fakta-faktanya.

“Itu sudah keputusan organisasi karena saat itu DPD II Golkar Buleleng hendak mendaftarkan caleg di Pemilu 2019 ke KPU. Ada SK yang sah sebagai Ketua DPD II Golkar Buleleng. Bukan tidak ada SK-nya, ada proses dan itu organisasi memutuskan karena kepentingan mendaftarkan caleg di Pileg 2019,” ujar mantan birokrat Pemprov Bali ini.

Sebelumnya diberitakan Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, angkat bicara setelah dipojokkan sejumlah kader senior yang baru lengser dari kepengurusan. Demer tuding ada motif terselubung dan dalang di balik kisruh internal Golkar Bali yang kian meruncing belakangan.

Demer juga mengingatkan Ketua DPD II Golkar Tabanan, I Ketut Arya Budi Giri (ABG). Menurut Demer, proses Musda Golkar Tabanan yang meluncurkan ABG sebagai ketua, jauh dari ketentuan AD/ART Partai. Demikian juga Ketua DPD II Golkar Kabupaten/Kota lainnya, yang bertindak jauh dengan melarang kader-kader mengikuti acara resmi partai, Demer meminta mereka supaya tunduk terhadap garis partai.

“Saya berusaha maksimal untuk tetap menjaga soliditas partai bersama- sama seluruh jajaran kader,” katanya. [nusabali]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *