KABAR GOLKAR KABAR NASIONAL Kabar Parlemen Kabar Pemilu

Komisi II Tepis Kekhawatiran Politisasi Kasus E-KTP

Ketua Komisi II DPR RI, Zainuddin Amali menepis adanya kekhawatiran polemik e-KTP yang berserakan yang tengah dikaitkan dengan pesta demokrasi Pemilu 2019. [foto: istimewa]

Kabargolkar.com, JAKARTA – Beberapa partai khawatir fenomena ribuan e-KTP yang tercecer di Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur bisa menimbulkan potensi kecurangan pemilu. Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali menepis kekhawatiran itu.

“Ini juga bisa meresahkan, apalagi kita menjelang kontestasi April 2019. Bisa saja mengait-ngaitkan hal yang dianggap bukan menjadi potensi kecurangan dan sebagainya, walaupun itu kami yakin tidaklah karena ada tanda-tanda khusus mana (e-KTP) yang asli, mana yang palsu,” kata Amali di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/12).

Partai yang mengaku khawatir fenomena tercecernya e-KTP bisa membuat Pemilu 2019 rawan kecurangan ialah Gerindra dan PKS. Ketua DPP Gerindra Habiburokhman bahkan menyebut ada kemungkinan penyalahgunaan KTP orang lain saat pencoblosan nanti jika fenomena tercecernya e-KTP tak disikapi serius oleh pemerintah.

Bagi Amali, kemungkinan terjadi kecurangan di Pemilu 2019 yang berkaitan dengan penyalahgunaan e-KTP sangat kecil terjadi. Ini karena KPU punya data pemilih.

“Saya kira tidak (akan ada kecurangan) ya, kalau dipakai untuk itu kan gini. Kalau dia pakai itu (e-KTP palsu) kan bisa tinggal cocokkan aja, ada di DP4 (Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu) sama DPT-nya KPU,” kata politikus Partai Golkar itu.

“Itu sudah alat kontrol yang menurut kami sih sudah sangat baik karena itu mencoklit dan sudah berapa lama ini dicocokkan terus antara data yang ada di Kemendagri dan yang ada di KPU,” pungkas Amali. [detik]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *