DPP KABAR NASIONAL

Komitmen Airlangga Hartarto Kembangkan Sektor Ekonomi Inklusif

Airlangga Hartarto. [foto: medcom]

kabargolkar.com, JAKARTA — Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menegaskan komitmennya untuk semakin mengembangkan industri nasional baik skala besar maupun kecil dan menengah. Langkah strategis ini dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing global.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga saat meraih penghargaan Obsession Awards 2019 untuk kategori Best Achiever in Ministry. Penghargaan ini diberikan kepada para tokoh yang berprestasi dan inspiratif sepanjang 2018 berdasarkan sejumlah kategori.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan ini. Kepercayaan ini akan menjadi penyemangat saya untuk terus melakukan kinerja yang baik di Kementerian Perindustrian,” kata Airlangga melalui keterangan tertulisnya, Jumat (8/3).

Sejak dilantik menjadi Menperin pada Juli 2016, Airlangga Hartarto dinilai melakukan berbagai gebrakan untuk kemajuan industri nasional. Salah satunya sebagai inisiator peta jalan Making Indonesia 4.0 yang diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada 4 April 2018. Momentum ini pun dinilai menguntungkan bagi Indonesia dalam kesiapan memasuki era industri 4.0.

“Melalui roadmap tersebut, aspirasi besar yang hendak kita capai adalah menjadikan Indonesia masuk dalam 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada 2030. Sasaran ini akan bisa tercapai, dengan didukung peningkatan nett export 10 persen dari PDB, produktivitas naik dua kali lipat, dan anggaran riset sebesar dua persen dari PDB,” paparnya.

Menurut Airlangga revolusi industri 4.0 merupakan sebuah kekuatan besar di sektor industri. Teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya dimanfaatkan untuk proses produksi, tetapi mampu melahirkan model bisnis baru.

“Industri nasional memerlukan banyak pembenahan, terutama dalam penguasaan teknologi yang menjadi kunci utama penentu daya saing di era industri 4.0,” ujar Ketua Umum Partai Golkar ini.

Airlangga memaparkan dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) jadi prioritas. Kompetensi sesuai kebutuhan era digitalisasi pun juga menjadi fokus utama.

“Berdasarkan studi yang dilakukan McKinsey, kebutuhan tenaga kerja industri di bidang digital akan bertambah sebesar 17 juta orang hingga 2025, di mana empat juta akan bekerja di sektor industri dan sisanya di sektor jasa yang terkait. Kesempatan inilah yang harus kita rebut,” tuturnya.

Untuk itu, pada 2019, Kemenperin akan mengucurkan dana hingga Rp1,78 triliun dalam melaksanakan kegiatan pengembangan SDM industri. Program ini di antaranya meliputi pendidikan vokasi link and match antara SMK dengan industri, pelatihan 3in1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja) yang juga diikuti oleh penyandang disabilitas, serta pembangunan politeknik di kawasan industri.

Airlangga menambahkan dalam implementasi industri 4.0, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor industri kecil dan menengah (IKM). Seluruh potensi yang bakal terintegrasi dengan teknologi digital.

“Dalam kegiatan penumbuhan dan pengembangan IKM di dalam negeri melalui teknologi digital, Kemenperin telah membuat e-Smart IKM,” tegasnya.

Program e-Smart IKM merupakan sistem basis data IKM nasional yang tersaji dalam bentuk profil industri, sentra, dan produk. Integrasi dengan marketplace yang telah ada dilakukan dengan tujuan untuk semakin meningkatkan akses pasar IKM melalui internet marketing.

Sejak diluncurkan 2017, loka karya e-Smart IKM telah diikuti sebanyak 5.945 pelaku usaha dengan total omzet sebesar Rp1,5 miliar. Program e-Smart IKM telah bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Go-Jek Indonesia. [medcom]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *