KABAR GOLKAR KABAR NASIONAL

Kopdar PMB, Momentum Kader Millenial Golkar Menangkan Pemilihan Legislatif 2019

Tidak perlu saling berkonflik, karena yang kalah jadi abu, yang menang jadi arang, dan yang rugi adalah Partai Golkar serta seluruh stakeholdernya

Acara kopdar/kopi darat) Praja Muda Beringin (PMB) pada Minggu (21/10/2018) pagi (kabargolkar)

kabargolkar.com, Jakarta – Praja Muda Beringin (PMB) kembali melakukan pertemuan (kopdar/kopi darat) pada Minggu (21/10/2018) pagi. Acara ini berlangsung di Ground Fifty Seven, jl. Hang Lekiu I, No.3, Jakarta.

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie serta Ketua Dewan Pakar Agung Laksono hadir dan memberikan masukan bagi peserta yang hadir di acara tersebut, serta bagi para kader Partai Golkar keseluruhan.

Arvi Jatmiko menjadi moderator acara yang berlangsung penuh kehangatan ini dan mengambil tema ‘Seberapa Gregetkah Caleg Muda Golkar’.

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono, dan Panglima Praja Muda Beringin Dedy Arianto pada acara kopdar PMB, Minggu (21/10/2018) (kabargolkar)

Juga turut menghadirkan pembicara dan kader muda Partai Golkar, seperti Alia Noorayu Laksono, Aliza Gunado, Anisa Afriyanti, Akbar Andi Leluasa, Raditya Dwi Putra Kagiswana, dan Indra Triaputra. Masing-masing diberi kesempatan singkat untuk mempresentasikan motivasi serta visi dan misi yang dibawanya untuk maju sebagai caleg Partai Golkar di Pileg 2019 ini.

Panglima Praja Muda Beringin, Dedy Arianto (21/10/2018) (kabargolkar)

Dedy Arianto, Panglima Praja Muda Beringin (PMB) memberi tiga poin penting sebagai masukan bagi para kader Partai Golkar.

“Pertama, kader Partai Golkar harus terus menjaga soliditas. Kedua, seluruh kader Partai Golkar harus terjun langsung dan berinteraksi dengan masyarakat. Ketiga, para kader millenial partai harus senantiasa menjadi kader yang amanah dan memiliki kreativitas tinggi,” demikian jelas Dedy.

Acara ini juga dihadiri Legislator DPR RI Dwi Aroem Hadiatie serta Caleg DPR RI dari dapil Kaltara, Amirah Kaca.

Bagaimana agar para caleg mampu menyerap aspirasi dan dekat dengan konstituennya, namun di saat yang sama mampu menjalankan tugasnya sebagai politisi yang mumpuni memperjuangkan aspirasi tersebut?

Agung Laksono optimis bahwa kader-kader muda Partai Golkar siap untuk merebut kemenangan. “Percayalah, bila bekerja untuk umat, untuk masyarakat, dilandasi dengan niat baik dan bekerja keras, pasti akan banyak yang membantu, dan akan tercapai,” demikian Agung Laksono memberikan semangat bagi para kader.

Agung Laksono mendorong para kader untuk senantiasa menjaga soliditas. Berkaca pada sejarah yang dilalui oleh Partai Golkar, bahwa penting sekali menjaga soliditas, menjaga kekompakan dan perdamaian. Tidak perlu saling berkonflik, karena yang kalah jadi abu, yang menang jadi arang, dan yang rugi adalah Partai Golkar serta seluruh stakeholdernya.

ARB juga memberi apresiasi bagi kegiatan yang diadakan PMB sebagai wadah bagi para kader muda, kader milenial Partai Golkar untuk berkreasi dan berekspresi mencari solusi bagi bangsa.

Senada dengan Agung Laksono, Aburizal Bakrie melihat visi dan misi para kader muda dengan optimisme dan keyakinan bahwa para kader muda Partai Golkar memenangkan Pemilihan Legislatif 2019.

ARB memberikan tiga poin penting yang harus diperhatikan para kader Partai Golkar menghadapi Pemilu 2019.

Pertama, ARB menekankan pentingnya para kader menguasai alat untuk menyampaikan program kepada masyarakat.

“Saya yakin, sekarang akan terjadi suatu political disruption dengan menggunakan wadah sosial media. Harapannya, disamping menggunakan cara-cara konvensional, jangan lupa dengan merajutnya lewat sosial media,” demikian ungkap ARB.

ARB menjelaskan bahwa para kader harus siap menggunakan sarana sosial media sebagai alat berkomunikasi dengan target konstituen.

Kedua, menyampaikan konten yang berhubungan dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, masyarakat percaya dengan program yang disampaikan oleh para caleg.

Ketiga, pelaku atau aktor. Harapannya, menggunakan aktor dan influencer yang menarik dan memiliki banyak follower untuk bermain di sosial media serta menyampaikan program para caleg kepada masyarakat.

Caleg muda dianggap lebih mudah mendekati generasi milenial karena kedekatan  umur dan kesamaan bahasa ataupum visi. Dengan kondisi pemilih yang notabene sekitar 40% adalah generasi milenial, maka Pemilu 2019 adalah kesempatan emas bagi caleg muda Partai Golkar untuk maju dan merebut suara para pemilih pemula dan pemilih generasi milenial. (tim liputan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *