OPINI

Lahan Sawah Rusak Akibat Dampak Alih Fungsi

oleh Tonny Saritua Purba, pengurus Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) dan fungsionaris Partai Golkar

kabargolkar.com – Data statistik pertanian 2017 oleh Kementerian ATR/BPN luas baku lahan sawah adalah 7,1 juta hektare, saat ini Indonesia telah kehilangan 650 ribu hektare lahan sawah.

Pertanyaan sekarang adalah bagaimana cara pemerintah mengembalikan kehilangan lahan sawah sebanyak 650 ribu hektare tersebut ?

Melalui Perpres No. 59 Tahun 2019 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, luas lahan sawah akan ditetapkan menjadi lahan baku sawah yang dilindungi dan tidak boleh dialih fungsikan. Pengendalian alih fungsi lahan sawah merupakan salah satu strategi untuk mempertahankan luas sawah yang ada saat ini. Penetapan Pengendalian Lahan Sawah Dilindungi (PLSD) dan pengendalian alih fungsi lahan sawah harus menjadi sebuah skala prioritas pemerintah dan program strategis nasional.

Cara kedua adalah pemerintah harus berupaya untuk mengoptimalisasikan hasil panen di lahan rawa, saat ini hasil panen tanaman padi di lahan rawa sangat kecil, sekitar 1-2 ton per hektare, malah ada juga gagal panen karena budidaya menanam padi di lahan rawa berbeda dengan menanam padi di lahan sawah tadah hujan dan lahan sawah yang memiliki irigasi tehnis.

Lahan rawa saat ini ada di Propinsi Lalimantan Selatan seluas 181 ribu hektare, Propinsi Sumatera Selatan seluas 293 ribu hektare, Propinsi Lampung seluas 30 ribu hektare belum lagi di Propinsi lainnya. Peran penyuluh pertanian dan dinas pertanian sangat dibutuhkan, pemerintah perlu membuat program bahwa investasi SDM bagi para petani padi sebuah keharusan jika pemerintah ingin mengoptimalisasi hasil panen kususnya lahan sawah rawa.

Cara ketiga adalah pemerintah perlu mencetak lahan sawa baru dari potensi lahan rawa yang ada. Data dari Pusdata Daerah Rawa dan Pasang Surut, Indonesia memiliki potensi lahan rawa seluas 33 juta hektare. Potensi lahan rawa tersebut terbagi menjadi 20 juta hektare lahan pasang surut dan 13 juta hektare rawa lebak. Potensi lahan rawa lebak bisa dibuat menjadi lahan sawah, inilah salah satu tugas pemerintah agar lahan rawa lebak tersebut dijadikan kawasan budidaya pertanian bukan saja tanaman padi tapi bisa juga tanaman sayur dan hortikultura.

Cara terakhir menurut saya adalah negara harus hadir untuk investasi dan membangun manusia para petani di Indonesia, program pelatihan dan penyuluhan sebuah langka strategis yang bisa dilakukan pemerintah agar sdm dan keterampilan para petani bisa ditingkatkan kembali. Pemerintah harus mau investasi sdm agar yang bekerja di sektor pertanian kususnya komoditi tanaman pangan tetap berjalan, regenerasi petani tetap ada dan bagi masyarakat yang tidak bekerja di sektor pertanian bisa setiap hari menikmati nasi di meja makan, dengan tujuan utamanya adalah Indonesia kembali swasembada pangan, menghentikan impor beras dan peluang untuk menjadi negara pengekspor beras sangat terbuka ke depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *