OPINI

Laknat Allah kepada Pemberi dan Penerima Money Politics

oleh: Rori Abu Syakira (Gerakan Masyarakat Anti Money Politics)

Rori Abu Syakira (tengah). [foto: ist]

Alhamdulillah wash sholaatu was salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man taabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.

Salah satu dari dampak buruk dari PILEG adalah perbuatan dosa berjama’ah, Imamnya adalah para Caleg sedangkan Makmumnya adalah para Calon Pemilih di Pileg. Mereka berjama’ah dalam suap menyuap atau jual beli suara, juga dikenal dengan Money Politics oleh generasi Milenial.

Islam melarang money politics seperti yang disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan dari
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الرَّاشِىَ وَالْمُرْتَشِىَ.

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaknat orang yang memberi suap dan yang menerima suap”.
(HR. Abu Daud no. 3580, Tirmidzi no. 1337, Ibnu Majah no. 2313. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).

Padahal money politics termasuk al-kabair ( dosa besar), karena setiap dosa atau maksiat yg diLaknat oleh Allah dan Rosul-Nya adalah dosa besar, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin,

كُلُّ ذَنْبٍ كَانَتْ عُقُوْبَتُهُ اللَّعْنَةَ فَهُوَ مِنْ كَبَائِرِ الذُّنُوْبِ

“Setiap dosa yang hukumannya adalah mendapatkan laknat, dosa tersebut tergolong dalam dosa besar.” (Durus wa Fatawa Al-Haram Al-Madani, hlm. 57)

seperti halnya dosa-dosa lain yg dilaknat Allah seperti minum khamr, riba, merubah batas tanah tanpa hak,mencela dan memaki orang tua dan lain, maka betapa berbahayanya money politics ditinjau dari dosanya…

dilaknat oleh Allah maksudnya adalah dijauhkan dari rahmat Allah dan berhak mendapat siksa dan akhirnya binasa (Lisanul ‘Arab, 13: 387-388), pertanyaannya siapakah diantara kita sanggup dijauhkan dari rahmat Allah sedangkan bangsa Indonesia ini saja merdeka juga atas berkat rahmat Allah.

Kembali ke topik money politics yg hampir selalu ada dan dilakukan baik Caleg, timses, dan masyarakat, di setiap pileg, lalu apakah tidak bisa dihilangkan ? mungkin sampai kita matipun tidak akan pernah bisa menghilangkan itu money politics tetapi ada hal yang bisa kita lakukan yaitu meninggalkan dosa money politics dan ini harus kita lakukan sebagai tanggung jawab seorang muslim dan seorang warga negara yg hidup di Indonesia karena kita tidak ingin Indonesia rusak dan dijauhkan dari rahmat Allah,
seperti dalam pepatah Arab

مَا لَا يُدْرَكُ كُلُّهُ لَا يُتْرَكُ كُلُّهُ

(Apa yang tidak bisa dikerjakan semua, maka jangan ditinggalkan semua).

Ini adalah tugas besar dan tujuan utama dari PILEG yaitu menghasilkan para anggota dewan yg baik dan berkualitas, maka perlu menggunakan cara yang baik dan benar pula. Dan tugas besar ini harus melibatkan semua stakeholders dalam pileg, baik KPU, BAWASLU, Caleg, Partai Politik, Pers, timses, dan yang paling penting adalah warga negara yg memiliki hak pilih mereka selain stakeholder yg paling banyak dan utama, juga paling berkepentingan terhadap hasil pileg yg jujur, adil dan berkualitas.

Dan yg bisa dilakukan para caleg, partai politik, timses adalah harus berani dan yakin dimulai dari diri sendiri untuk tidak menggunakan money politics untuk merebut suara atau mendapatkan kursi pileg.

Kita tidak bisa meminta masyarakat meninggalkan money politics sementara kita sendiri masih memberikan itu utk dapat suara…

mari bertaubat dari dosa money politics dengan mengetahui bahaya dosanya, menyesalinya dan tidak akan mengulanginya lagi,

Jika para caleg dan partai politik berani dan meninggalkan money politics untuk menang maka percayalah semua akan baik baik saja, kalah menang itu sudah tertulis dalam taqdir kita, kalau memang taqdirnya menang mau dihalangin bagaimanapun tetap menang, sebaliknya kalau ditaqdirkan gagal mau diglontor pakai money politics sebanyak apapun maka akan kalah, tetapi Allah memberikan kebebasan kepada kita untuk memilih jalan yg baik, jalannya orang yg jujur dan berTaqwa atau jalannya para pelaku maksiat.atau money politics.

Dan Allah tidak mungkin menyia-nyiakan kita, ketika kita meninggalkan maksiat (money politics) baik memberi suap ataupun menerima suap karena bertaqwa dan takut kepada Allah pastilah Allah akan memberi kebaikan kepada kita sebagai gantinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik bagimu.”
(HR. Ahmad 5/363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih)

Dan semoga dengan bertaqwa akan muncul anggota dewan yang berkualitas, bermanfaat, dan amanah, dan akhirnya menghasilkan kebijakan yang berfaedah dan bermanfaat bagi bangsa dan negara ini sehingga menjadi Barokah (dilimpahi kebaikan yang terus menerus) untuk negeri ini

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Dan siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan untuknya jalan keluar dan akan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

Adalah janji Allah yg tidak mungkin diingkari, bertaqwa adalah melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan maksiat, diantaranya meninggalkan money politics

Jangan sampai para Caleg, timses, ataupun partai politik menjadi TAMAK terhadap kekuasaan, sehingga menghalalkan segala cara karena suatu saat nanti pasti akan menyesal di dunia maupun diakhirat.

dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الإمَارَةِ ، وَسَتَكونُ نَدَامَةً يَوْمَ القِيَامَة

“Nanti engkau akan begitu tamak pada kekuasaan. Namun kelak di hari kiamat, engkau akan benar-benar menyesal” (HR. Bukhari no. 7148).

dan terakhir sebelum saya tutup tulisan kecil ini, mungkin nasehat dari ulama besar madzab Syafi’ei yg di Indonesia diakui keilmuan dan keutamaannya baik oleh NU, Muhammadiyah, Persis ataupun ormas islam lainnya…dalam kitab syarah Hadist Imam Bukhori yaitu kitab Fathul Bari 13:124

Ibnu Hajar berkata, “Siapa yang mencari kekuasaan dengan begitu tamaknya, maka ia tidak ditolong oleh Allah….

Wallahu’alam bisshowab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *