OPINI

Langkah Kanan Menpora Zainudin Amali

 

Menpora Zainudin Amali dan Ketum PSSI Iwan Bule

oleh: M. Nigara, wartawan senior sepak bola 

kabargolkar.com – Tidak bermaksud membanding-bandingkan, kehadiran Menpora Zainudin Amali dengan pendahulunya, tapi fakta menuliskannya secara terang. Belum satu bulan duduk di kursi panas, Menpora meraih dua poin.

Pertama, menpora mampu mengawal kongres PSSI dengan baik. Zainudin Amali juga menjadi menpora pertama yang hadir dalam Kongres PSSI

Selama lima tahun sebelum ini, tak sekali pun menpora menghadiri kongres PSSI. Bahkan saat 2016, ketika Letjen TNI AD yang kala itu menjabat sebagai Pangkostrad, Edy Rahmayadi terpilih sebagai Ketum PSSI, Menpora pun tidak hadir.

Padahal sudah jadi rahasia umum bahwa Edy didorong dan direstui oleh pemerintah.

Kedua, tim nasional U 19 kita lolos ke babak final Piala Asia di Uzbekistan setelah 49 tahun tertidur lelap. Selain itu, masih ada beberapa poin besar lain yang akan dikerjakan.

Satu di antaranya terkait dualisme KONI dan KOI. Jika itu berjalan maka separuh pekerjaan besarnya boleh dibilang telah selesai.

Langkah Kanan

Saya dan beberapa wartawan olahraga senior dan para stakeholder orlahraga nasional tak ragu menyebut, langkah kanan sang menteri. Agama mana pun menyebut kunci keberhasilan selalu diawali dengan langkah kanan.

“Ya, di era saya, semua pihak harus bisa berdiri dan menyelesaikan masalah di tingkat masing-masing. Pemerintah hanya akan turun jika di tingkat mereka tak bisa diselesaikan,” katanya dalam berbagai kesempatan.

Dengan begitu, menpora berkeyakinan masalah yang ada tidak jadi kusut. Selain itu, diharapkan semua pihak bisa punya misi yang sama yakni memajukan dunia olahraga. Semua pihak diharapkan tidak menggeser olahraga ke ranah politik praktis.

Kisruh

Sekali lagi, tidak bermaksud memperbandingkan, yang dulu dengan yang sekarang. Tahun 2015, menpora sebelumnya, seperti menjadi batu sandung bagi PSSI. Alih-alih menjadi fasilitator, menpora seperti berhadap-dapan dengan PSSI.

Keadaan menjadi semakin tak menentu saat menpora sepertinya memihak pada kelompok lain. Ujungnya PSSI dihukum FIFA.

Lalu, perseteruan KONI dan KOI yang diawali di era 2005, makin menjadi-jadi dalam lima tahun belakangan ini. Menpora juga absen lima tahun di dua badan besar itu.

Akibat dari semua itu, ujungnya sudah dapat kita lihat saat ini. Benar olahraga kita sukses di Asian Games, tapi dasarnya yakni proses atau landasan atau roadmap-nya tidak ada.

Nah, datangnya Menpora baru ini, ditandai langkah kanan, mudah-mudahan kita bisa segera masuk ke track kembali. Dengan semangat yang luar biasa dan verikrar tidak mau mencampuri urusan lokal, maka tak keliru jika kita berharap banyak pada Zainudin Amali.

Semoga olahraga kita bisa terus berada di jalannya dan melesat pada waktunya. (tribun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *