KABAR DPD

Legislator Golkar Kalteng Harap Proses Seleksi CPNS Dikembalikan Ke Daerah

Sejumlah Legislator DPRD Provinsi Kalteng bersama Gubernur Kalteng, H.Sugianto Sabran, usai melaksanakan Rapat Sidang Paripurna masa Sidang III tahun 2018, kemarin.(Dayak Pos/Novan)

kabargolkar.com, PALANGKA RAYA – Rendahnya angka kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 di Provinsi Kalimantan Tengah (kalteng), dimana tingkat kelulusan kurang dari 5 Persen dari keseluruhan pendaftar, mengundang rasa prihatin dari kalangan Legislator DPRD Provinsi Kalteng.

Menurut Sekretaris Komisi A DPRD Provinsi Kalteng, Hj. Noor Fazariah kamayanti, proses seleksi yang digunakan pada saat pelaksanaan tes CPNS 2018, cenderung merugikan daerah. Pasalnya, berdasarkan hasil kelulusan, putera puteri asli Bumi Tambun Bungai lah yang lebih banyak gugur pada proses seleksi.

“Sebenarnya, proses seleksi seperti yang digunakan pada pelaksanaan tes CPNS kemarin, cenderung merugikan daerah, karena yang lebih banyak gugur pada proses seleksi tersebut adalah putera daerah. Jadi kita berharap, ada kebijakan dari pihak Pemerintah Pusat, agar proses seleksi bisa dikembalikan ke daerah, sedangkan proses pengawasan, silahkan saja Pemerintah pusat yang melakukan pengawasan.”Ucap kamayanti, saat diwawancarai media ini, usai mengikuti Rapat Sidang Paripurna IX masa sidang III tahun 2018, di gedung Dewan, jalan S.parman Kota Palangka Raya, Rabu (14/11) kemarin.

Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng V, meliputi Kabupaten kapuas dan Pulang Pisau ini juga mengungkapkan, perlu adanya perhatian dari pihak Pemerintah Pusat untuk menelaah kembali standarisasi yang digunakan dalam tes CPNS di daerah. Hal ini dikarenakan adanya perbedaaan seignifikan standarisasi pendidikan di daerah dan pusat.

“Standarisasi yang digunakan pada saat tes, jelas mempengaruhi hasil. Karena standarisasi di daerah dan pusat kan berbeda. Oleh karena itu saya berharap agar proses seleksi bisa dikembalikan kedaerah sebagai upaya memprioritaskan putera daerah.”Tegas Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

Disisi lain, Gubernur Provinsi Kalteng, H. Sugianto Sabran membeberkan, minimnya angka kelulusan peserta tes CPNS tahun 2018 dinilai cukup memprihatinkan dan kedepannya, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng akan menyurati Kementrian Pemberdayan Apartaur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) agar mengeluarkan kebijakan,yang berpihak kepada para peserta tes CPNS khususnya putera daerah.

“Saya selaku Gubernur merasa prihatin atas rendahnya angka kelulusan tes CPNS di kalteng, dan langkah – langkah yang akan kita ambil kedepannya adalah kita akan menyurati menpan-RB, agar bisa memberikan kebijakan yang berpihak kepada peserta tes CPNS. Bahkan kemarin kita sudah melakukan pembicaraan dan pak menteri, beliau berharap semoga yang lulus tes CPNS tahun 2018,  80 persen adalah orang asli daerah.”Pungkas Sugianto. (mediadayak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *