KABAR DPD Kabar Parlemen

Legislator Golkar Pontianak Ini Ungkap Pentingnya Pemberdayaan Masyarakat

Legislator Partai Golkar Pontianak, Bebby Nailufa. [foto: TribunPontianak]

kabargolkar.com, PONTIANAK – Legislator Partai Golkar Pontianak, Bebby Nailufa yang hadir saat dilaksanakannya Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Pontianak Kota menuturkan bahwa ia sudah mendengarkan pemaparan dari Camat Pontianak Kota dan Wali Kota Pontianak, namun Bebby mendengar esistensi dari Musrenbang hanya menyinggung sisi infrastruktur semata.

Sedangkan saat ini dalam membangun masyarakat tak cukup dari sisi pembangunan infrastruktur, maka perlu ada sisi pemberdayaan dan pengembangan masyarakatnya.

Saat ini, Bebby sampaikan Kota Pontianak mendapatkan Rp10 miliar untuk dana kelurahan dan setiap keluarahan mendapat sekitar Rp300 juta dan menurut Bebby jangan semuanya dibangunkan ke infrastruktur.

“Saya sampaikan juga pada Wali Kota, pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan. Pemberdayaan masyarakat misalnya pelatihan UMKM, pemberdayaan pemuda diarahkan ke olehraga dan lain sebagainya,” ucap Bebby Nailufa saat diwawancarai, Senin, 11 Februari 2019.

Ia tegaskan, pemerintah dalam menyusun pembangunan kedepannya perlu memikirkan pemberdayaan masyarakat, jangan hanya infrastruktur.

“Pesan saya, bahwa Pontianak jangan hanya seperti wanita cante yang bibirnya saja merah, tapi aura didalamnya tidak ada . Kita berharap banyak, program-program yang dibuat ini harus memberdayakan maasyarakat,” jelas Bebby Nailufa yang merupakan politisi Golkar.

Selain itu, mengenai kawasan kumuh, yang disampaikan oleh Camat Pontianak Kota, bahwa saat ini daerah yang kumuh hanya di Gang Delima, Bebby tegas menyanggahnya.

“Kalau Camat Pontianak Kota mengatakan saat ini tidak ada lagi kawasan kumuh dan tinggal di Gang Delima cobalah berjalan lagi. Lihat di Gang Cianjur itu depan Rumah Sakit Jiwa masih ada kawasan kumuh, bukan hanya di Kulurahan Mariana saja. Masih banyak yang lainnya. Di Kelurahan Tengah juga belakang Bruder masih adankawasan kumuh,”ucap Bebby menyanggah omongan Camat Pontianak Kota yang mengklaim saat ini tentang kawasan kumuh.

Bebby sarankan, pemerintah dan camatnya untuk berjalan disetiap wilayah, ia contohlan di Jalan Kartini, banyak masyarakat yang hanya mengandalkan satu wc untuk bersama-sama dan itu masih kategori kawasan kumuh,karena tak memadai.

“Apa yang dikatakan pak camat, saya tidak setuju, bahwa kawasan kumuh tinggal di Gang Delima Samping KPU. Saat ini masih banyak, soalnya saya juga sering keliling memperhatiham sendiri dan mendapatkan aspirasi masyarakat,” tegasnya. [TribunPontianak]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *