KABAR DPD Kabar Parlemen

Lily Apresiasi Program Listrik Masuk Desa

Anggota Komisi VI DPR RI, Lily Asdjudiredja mengapresiasi capaian Program Listrik Masuk Desa (LISSA) milik PT. PLN (Persero) di Sumatera. [foto: Parlemen]

kabargolkar.com, PEKANBARU – Anggota Komisi VI DPR RI, Lily Asdjudiredja mengapresiasi capaian Program Listrik Masuk Desa (LISSA) milik PT. PLN (Persero) di Sumatera. Diketahui, saat ini ada 378 desa baru yang teraliri listrik yang tersebar di seluruh Sumatera, artinya total rasio desa berlistrik PLN per 2018 mencapai 97,7 persen.

“Kami mengapresiasi program listrik masuk desa ini. Dengan menggunakan PMN, sejumlah desa yang bisa diterangi adalah desa yang berada di 3T yaitu, terdepan, terluar dan tertinggal,” kata Lily saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke PT. PLN di Pekanbaru, Riau, Kamis (24/1).

Dalam kesempatan pertemuan dengan Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto beserta jajaran itu, Lily menuturkan, dengan hadirnya infrastruktur ketenagalistrikan di desa-desa tersebut, maka dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan taraf hidup warga.

Ia juga berharap melalui Penyertaan Modal Negara (PMN), program LISA dapat dibarengi dengan pemasangan atau instalasi listrik secara gratis untuk keluarga tidak mampu di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Dengan begitu, program ini diharapkan dapat mendukung target rasio elektrifikasi sekitar 97 persen pada tahun 2019.

“Kemarin dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Garut disampaikan bantuan penyambungan listrik. Mudah-mudahan juga di sini bisa dilaksanakan. Sebab mereka punya keinginan, tetapi kalau tidak uang, yah susah juga,” ujar legislator Partai Golkar itu.

Sebelumnya, Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto mengatakan PMN sebesar Rp 6,5 triliun dalam APBN 2019 kepada PT. PLN sebagian akan digunakan untuk program LISSA dan proyek transmisi yang akan dimanfaatkan di tahun 2019 dan 2020.

“Ini adalah upaya extraordinary kami menuju Sumatera terang. Di mana kami telah melakukan penyalaan listrik di daerah 3T, sebagai salah satu contoh sebagian besar daerah di Kepulauan Riau dan 13 desa di Kabupaten Natuna, begitu juga pulau Mentawai dan Pulau Nias,” papar Wiluyo.

Ia mencatat, rasio desa berlistrik PLN (RD) di Aceh mencapai 99,9 persen, RD Sumatera Utara sebesar 97,2 persen, RD Sumtera Barat 98,6 persen, RD Jambi 95,3 persen, RD Bengkulu 99,6 persen, RD Sumatera Selatan 97,8 persen, RD Lampung 97,3 persen, RD Bangka Belitung 100 persen, RD Kepulauan Riau 81,5 persen, dan RD Riau 94,7 persen.

“Riau termasuk rendah karena memang kondisi alam di Riau yang terdiri dari sungai-sungai, ini salah satu kendala utama pembangunan desa berlistrik. Tetapi kami tetap targetkan rasio desa berlistrik di Riau ini mencapai 100 persen,” tandas Wiluyo. [Parlemen]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *