KABAR NASIONAL Kabar Parlemen

Longsor di Sukabumi Telan 15 Orang, DPR Dorong Pemeintah Upayakan Hal Ini

Longsor di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (31/12/2018) hingga mmengakibatkan 30 unit rumah rusak, bahkan 15 orang tewas. [foto: tempo]

kabargolkar.com, JAKARTA – Musibah kembali terjadi satu hari sebelum pergantian tahun baru 2019. Pasalnya, longsor di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Senin (31/12/2018), mengakibatkan 15 orang meninggal dunia, 3 orang terluka, bahkan 20 orang belum ditemukan akibat timbunan longsoran tersebut.

Merespon musibah longsor tersebut, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan rasa belasungkawa terhadap keluarga korban yang ditinggalkan dan menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas peristiwa bencana longsor yang terjadi tersebut.

Oleh karenanya, Bamoset mendorong Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kementerian Sosial (Kemensos), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), bersama TNI-Polri agar terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban tanah longsor yang belum dilakukan tersebut.

“Lakukan evakuasi terhadap warga ke daerah aman yang telah ditentukan pemerintah,” tegas Bamsoet.

Bamsoet menambahkan, pihaknya juga meminta Kemensos bersama BPBD untuk segera membuat dapur umum dan mengkoordinasikan bantuan maupun pertolongan ke tempat evakuasi korban longsor.

“Serta mengidentifikasi kebutuhan warga yang terdampak longsor di tempat evakuasi,” paparnya.

Berkaitan dengan kesehatan, Bamsoet mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera membuka posko kesehatan darurat guna memberikan pertolongan bagi warga yang menderita luka-luka serta berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat.

Selain itu, DPR juga mendorong Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat jmengenai kondisi teraktual di daerah terkait.

“Lakukan pemetaan dan kajian gerakan tanah terhadap wilayah-wilayah di Indonesia yang rawan bencana, terutama longsor;,” terangnya.

Politisi Partai Golkar ini juga mengimbau BNPB, BPBD, dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengupayakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kesiapan dalam menghadapi potensi bencana alam.

“Seperti simulasi evakuasi bencana, sehingga masyarakat dapat memahami teknis penanggulangan bencana,” tukas Ketua DPR itu.

Caleg DPR RI Dapil Jawa Tengah ini juga mendorong BNPB, BPBD, dan Pemda untuk bersinergi dalam meningkatkan kesiap-siagaan sebagai upaya penanggulangan menghadapi bencana sesuai UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

“Tingkatkan kewaspadaan dalam menghadapi perubahan cuaca, terutama di musim hujan, yang tentunya dapat berpotensi menimbulkan bencana longsor maupun banjir,” ungkap Bamoset.

Diharapkan, masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang serta berpedoman dari informasi badan resmi seperti BMKG, PVMBG, dan Pemda, serta memperhatikan rambu-rambu evakuasi dalam penyelamatan diri. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *