OPINI

MENGAPA STOK BERAS MEDIUM SAAT INI TERBATAS ?

Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengeluarkan regulasi yang mengatur kualitas beras, meliputi premium, medium, dan beras khusus. (Photo/sindonews)

Oleh: Tonny Saritua Purba

Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengeluarkan regulasi yang mengatur kualitas beras, meliputi premium, medium, dan beras khusus. Untuk beras medium dan premium, harganya sudah diatur dengan harga eceran tertinggi (HET) yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan. Pembagian kualitas beras ini diatur dalam Permentan Nomor 31 tahun 2017 tentang Kelas Mutu Beras.

Beras medium, mengacu pada maksimal derajat sosohnya 95%, kadar air 14%, dan broken atau bulir patah 25%. Sementara beras premium maksimal derajat sosohnya 95%, kadar air 14%, dan broken 15%. Perbedaan harga beras premium dan medium hanya beda di tingkat broken saja atau banyaknya beras yang patah. Ada cara yang lebih mudah untuk membedakan beras premium dengan medium, seperti dari perbedaan warna atau tingkat kecerahaan tampilan beras, jika lebih terang maka bisa dikategorikan beras premium di samping itu melihat banyaknya beras yang pecah atau broken, jika tingkat beras pecah sedikit maka bisa dikategorikan beras premium dan beras premium dari sisi kecerahan lebih terang, medium agak buram tidak putih bersih, dan beras pecahnya juga sedikit kalau premium. Selain itu, juga dapat dibedakan dari tingkat kotoran seperti gabah, batu, hingga kulit ari yang terbawa dalam beras. Jika beras medium maka akan mudah ditemukan kotoran yang terbawa dalam beras.

Meskipun beras merupakan makanan pokok di Indonesia, sebenarnya tak banyak masyarakat yang mengetahui mana beras yang memiliki kualitas bagus dan tidak secara detail. Pada umumnya masyarakat hanya melihat dari fisiknya saja dan tidak mengetahui secara detail. Jika beras tidak berbau, bersih dan memiliki harga lebih mahal, maka masyarakat beranggapan beras itu berkualitas baik.

Dominan masyarakat kita mengkonsumsi beras medium, tapi yang terjadi saat ini adalah ketersediaan beras premium terbatas, saat musim kemarau hanya lahan sawah yang memiliki irigasi tehnis yang bisa panen sementara lahan tadah hujan ayang menanam padi saat musim hujan tidak bisa menanam padi karena saat ini adalah musim kemarau. Awal musim hujan biasanya sekitar bulan Nopember dan Desember. Kondisi iklim tersebut yang secara umum menyebabkan stok beras saat ini terbatas dan harga beras setiap akhir tahun akan selalu naik. Kenaikan harga beras saat ini bisa berlangsung lama atau tidak tergantung pada panen padinya, kalau panennya banyak dan produktivitasnya tinggi, mungkin bisa bergerak turun.

Jika kondisi beras terbatas dan terjadi kebaikan harga maka pemerintah yang bertugas dan bertanggung jawab dalam mengatur kondisi tersebut seperti dalam hal membuat regulasi, menyiapkan anggaran, melakukan penyuluhan dan menjaga harga beras di pasar tetap stabil agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena masalah pangan adalah masalah hidup matinya sebuah bangsa.

Tonny Saritua Purba, Adalah Penyuluh Swadaya Petani Padi dan Fungsionaris Partai Golkar Kota Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *