KABAR NASIONAL

Mengobarkan Nasionalisme dari Dalam Bioskop

kabargolkar.com

ilustrasi (kabargolkar.com)

kabargolkar.com Tidak lama lagi, para penonton di dalam gedung bioskop akan disuguhi sesuatu yang lain dari sebelumnya. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga melakukan gebrakan baru. Para pengelola gedung bioskop mendapatkan surat imbauan pemerintah. Surat Himbauan bernomor 1.30.1/Menpora/2019 bertanggal 30 Januari 2019 dengan kop surat Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia.

Melalui surat imbauan tersebut,  pemerintah mendorong para pengelola bioskop mengajak para penonton untuk melakukan aktivitas menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum berlangsungnya pemutaran film.

Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Tujuan pelaksanaan imbauan ini yaitu dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme dan mewujudkan generasi muda yang bangga serta cinta pada tanah air.

kabargolkar.com

Surat Himbauan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. (kabargolkar.com)

 

Lagu Kebangsaan dalam Perundangan

Menurut Undang-Undang No 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, ada aturan sikap terkait lagu kebangsaan ketika Indonesia Raya dikumandangkan.

Di dalam undang-undang tersebut, pada pasal 62  dijelaskan bahwa saat lagu Indonesia Raya berkumandang, setiap orang wajib berdiri tegak dan bersikap hormat.

“Setiap orang yang hadir pada saat Lagu Kebangsaan diperdengarkan dan/atau dinyanyikan, wajib berdiri tegak dengan sikap hormat”

Kemudian dari frase kalimat ‘berdiri tegak dengan sikap hormat’ yang dimaksud dalam pasal 62 juga dijelaskan dalam aturan tersebut. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

“Yang dimaksud dengan “berdiri tegak dengan sikap hormat” pada waktu lagu kebangsaan diperdengarkan/dinyanyikan adalah berdiri tegak di tempat masing-masing dengan sikap sempurna, meluruskan lengan ke bawah, mengepalkan telapak tangan, dan ibu jari menghadap ke depan merapat pada paha disertai pandangan lurus ke depan”.

Wajib dan boleh

Beberapa poin penting berdasarkan UU No 24/2009 yang  mewajibkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya untuk diperdengarkan dan atau dinyanyikan:

  • Untuk menghormati Presiden dan atau Wakil Presiden
  • Untuk menghormati bendera negara pada waktu pengibaran atau penurunan dalam upacara
  • Dalam acara resmi yang digelar pemerintah
  • Dalam pembukaan sidang paripurna parlemen
  • Untuk menghormati Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan negara lain dalam suatu kunjungan resmi
  • Dalam acara atau kegiatan olahraga internasional
  • Dalam acara atau kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni internasional yang digelar di Indonesia

Selain wajib, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya juga boleh diperdengarkan dan atau dinyanyikan dalam kegiatan sebagai berikut:

  • Sebagai pernyataan rasa kebangsaan
  • Dalam rangka program pendidikan dan pengajaran
  • Dalam acara resmi organisasi, parpol dan kelompok masyarakat lain

Imbauan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia adalah suatu hal yang wajar dan sah dilakukan. Terutama sebagai pernyataan rasa kebangsaan dan memupuk kembali rasa nasionalisme dalam dada masyarakat.

Perlakuan Lagu Kebangsaan di negara lain

Sebenarnya, di negara lain, memperdengarkan lagu kebangsaan bukanlah suatu hal yang aneh. Ambil contoh, negara India. Pada tahun 2016 silam, Mahkamah Agung negara tersebut mewajibkan semua bioskop untuk memutar lagu kebangsaan. Sebelumnya pada era tahun 1960-1970an, India juga mewajibkan pemutaran lagu kebangsaan di dalam bioskop, sebelum kemudian dalam perkembangannya meninggalkan aturan tersebut.

Hal yang sama terjadi di Thailand. Sebelum pemutaran film berlangsung, pengelola bioskop akan memutar lagu kebangsaan. Sementara di Malaysia dan Filipina lain lagi. Sejumlah bioskop memang memutar lagu kebangsaan sebelum film dimulai, terutama di Malaysia pada bulan perayaan kemerdekaan negaranya.  Semua penonton wajib berdiri ketika lagu kebangsaan dikumandangkan.

Italia menerapkan hal yang berkebalikan. Di negara pizza ini, lagu kebangsaan justru tidak dimainkan di tempat-tempat hiburan. Kecuali, selama acara olahraga yang bersifat nasional, upacara kenegaraan formal, dan para rapat umum yang dihadiri oleh Presiden Italia.

Pro dan kontra

Tentu saja, dalam setiap langkah kebijakan yang diambil pemerintah selalu mengundang pro kontra. Bagi yang kontra, berpandangan seharusnya menumbuhkan rasa nasionalisme harus dengan cara yang sesuai dan tepat. Dengan demikian, pesan nasionalisme tersebut dapat sampai kepada penerimanya, terutama generasi muda. Bagi yang pro kebijakan ini, memandang sebagai sebuah hal positif untuk mendorong generasi muda lebih mengenal nasionalisme bangsa dan negara. Dalam perkembangannya, setiap kebijakan pemerintah pasti akan dinilai efisien dan efektivitasnya setelah berjalan. (kabargolkar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *