KABAR KADER KABAR NASIONAL

Menteri Sosial Agus Gumiwang: Pencairan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan Akan Dipercepat

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita

kabargolkar.com, BANYUMAS – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita akan memajukan jadwal penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2019. Bantuan tersebut diterima dari yang sebelumnya pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November menjadi Januari, April, Juli dan Oktober.

“Tahun depan kita akan memajukan penyaluran melalui empat tahap akan dimajukan penyaluran pada tahap pertama bulan Januari, April, Juli, Oktober,” kata Agus.

Hal tersebut disampaikan Agus di hadapan ratusan peserta dan pendamping PKH saat kegiatan Jambore Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap oleh Kementerian Sosial RI di Baturraden, Banyumas, Senin (10/12/2018).

Agus menjelaskan bahwa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang pada 2015 hanya sebesar 3,5 juta keluarga, kemudian jumlahnya naik pada 2018 menjadi 10 juta keluarga. Termasuk juga tahun depan indeks dari bantuan PKH akan naik dua kali lipat.

Sehingga, lanjut dia, keputusan ini diambil bukan hanya sebagai upaya untuk mengurangi kemiskinan tapi dalam upaya mempercepat pengurangan kemiskinan yang ada di Indonesia.

“Dalam rangka kita ingin mempercepat penguatan-penguatan, agar mereka bisa cepat lulus dan menjadi keluarga-keluarga yang mandiri yang sudah tidak lagi menerima program PKH,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan jika ada rasa bangga baik secara pribadi ataupun sebagai menteri sosial ketika keluar dari mobil. Dirinya disuguhkan satu pameran kecil dari Kelompok Usaha Bersama (Kube) PKH yang ada di Kabupaten Banyumas.

“Saya disuguhkan satu pameran yang begitu membanggakan, yaitu produksi dari Kube. Kube yang ada di seluruh kecamatan se Banyumas. Saya sudah keliling-keliling Indonesia, mungkin ini satu kabupaten yang setiap kecamatan mempunyai kegiatan ekonomi yang berbeda dari setiap Kecamatan lainnya,” ungkapnya.

Sementara menurut salah satu keluarga penerimaan manfaat yang telah lulus, Suriah yang merupakan warga Kecamatan Karanglewas mengatakan jika dirinya sangat berterimakasih atas bantuan pemerintah.

Suriah bercerita sebelumnya dia bekerja sebagai penjual es keliling. Setelah menjadi peserta PKH, dia menggunakannya untuk modal usaha produksi bandeng presto. Kini Suriah mengaku bisa memiliki penghasilan Rp 1 juta setiap harinya.

“Saya punya anak tiga, saya berpikir anak-anak tambah besar. Sejak dapat PKH sama saya diputar untuk modal usaha, sekarang dua anak saya sudah di pesantren dan sekarang saya sudah keluar dari PKH. Jadi harus bangkit,” ucapnya. (detik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *