Kabar Parlemen KABAR PILEG

Muhidin M Said: Dalam Pesta Demokrasi Beda Pilihan Mesti Disambut Gembira

kabargolkar.com, BUOL – Perbedaan pilihan politik dalam pemilu adalah sesuatu yang wajar. Perbedaan tidak bisa dimaknai sebagai perbedaan yang kemudian membuat sesama warga bangsa saling menjatuhkan. Karena itu, kenapa pemilu disebut pesta demokrasi. Artinya pesta seluruh rakyat. ”Tapi beruntung rakyat Buol sudah mampu mengelola perbedaan politik secara dewasa, sehingga tidak menyebabkan perpecahan. Warganya akur semua, walau ada yang berbeda pilihan politik,” ujar Anggota MPR RI Muhidin M Said, saat melakukan sosialisasi 4 pilar berbangsa, di Desa Tiloan- Kabupaten Buol.

Muhidin mengaku, merasa perlu untuk menyampaikan imbauan itu, mengingat perbedaan pilihan politik jika tidak dikelola secara bijak, akan membuat perpecahan di antara masyarakat. ”Jangan karena beda pilihan caleg atau capres, Anda semua jadi tidak saling tegur sapa. Kita bawa politik dalam suasana kegembiraan. Itulah kenapa namanya pesta demokrasi,” tandas Muhidin lagi.

Lebih jauh ia mengatakan, dalam tahun politik sepeti saat ini, hubungan kemanusiaan harus ditempatkan di atas segalanya. Karena itu, ia meminta generasi muda untuk belajar sejarah, bagaimana pendiri bangsa mengelola perbedaan pandangan politik mereka. Di awal kemerdekaan katanya, sejumlah tokoh bangsa mempunyai pandangan politik yang berbeda soal arah bangsa ini. Ada yang ingin agar negara berdasar agama. Di sisi lain ada yang menghendaki Indonesia tetap negara kesatuan. ”Tapi perbedaan yang tajam itu tidak tidak lantas membuat para tokoh bangsa itu saling memusuhi. Mereka tetap akrab. Mereka menempatkan hubungan kemanusiaan di atas segalanya,” tambah Muhidin. (fajar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *