KABAR DPD KABAR PILEG

Noval Bakal Perjuangkan Rekan Seniman Jika Terpilih Jadi Legislator Makassar

Noval bakal perjuangkan rekan seniman jika terpilih jadi legislator Makassar. [foto: istimewa]

kabargolkar.com, MAKASSAR – Hilangnya ruang gerak para pelaku seni di kota yang berjulukan Anging Mamiri ini menjadi satu kegelisahan yang dirasakan penggiat seni khususnya mereka yang benar-benar murni ingin menghidupkan seni.

Sebab dalam kurun waktu empat tahun belakangan, aktivitas seni sangat diukur dan dimonopoli oleh sekelompok orang yang terfasilitasi Pemerintah melalui dinas terkait. Hal ini yang juga menjadi salah satu penyebab kurangnya perhatian pada sarana penunjang hidup para kelompok seni.

Perhatian pemerintah belum terfokus pada fasilitas penunjang kreativitas bagi generasi muda, khususnya pada sarana dan prasarana kraetifitas dan kesenian. Hal ini kemudian menjadi motivasi Noval, sapaan akrab Andi Makmur Burhanuddin yang juga aktivis sekaligus pelaku seni, dengan dorongan rekan-rekan seperjuangannya di dunia kesenian untuk maju membawa suara kelompok pemuda dan seniman ke parlemen di Kota Makassar.

“Butuh perwakilan pemuda pelaku dunia kreatif dan seniman di DPRD untuk memperjuangkannya, tidak cuma tentang anggaran kesenian dan kreatifitas lainnya, tapi juga membantu untuk mendorong eksekutiff untuk membuat sejumlah program terkait pengadaan sarana dan prasarana kesenian dan kreatifitas,” kata Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota Makassar yang maju lewat Dapil Wajo, Bontoala, Ujung Tanah, Tallo, dan Sangkarrang, Kamis, 7 Februari 2019.

Kepada kabargolkar, Noval yang juga Ketua Bidang Seni Budaya di Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menyampaikan, rasa ketidakpuasannya melihat kelompok seni yang seolah mati suri karena minimnya pertunjukkan dan hanya didaulat tampil dalam acara seremonial semata.

“Kita tidak ingin naluri berkesenian dan berkreatifitas teman-teman ini hanya selesai di panggung seremonial saja. Itu justru membunuh harapan bagi sebagian besar kelompok yang tidak ingin membunuh idealisme berkreatifitas mereka yang hanya sebatas di panggung acara Pemerintahan saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut mantan Ketua Sanggar Merah Putih Makassar ini menegaskan, jika dirinya siap menjadi mitra sekaligus penyambung suara antara dunia kreatifitas dan seni yang selama ini digelutinya dengan dua dinas terkait yakni Dinas Kebudayaan (Disbud) dan Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar, agar ke depan lebih memerhatikan suara mayoritas yang selama ini justru terpinggirkan.

“Harusnya dua dinas ini bisa menyediakan anggaran bagi pelaku seni agar para seniman ini produktif menciptakan karya seni atau paling tidak fasilitas penunjang disediakan, dan ke depan jika kami dipercaya untuk duduk mewakili suara kelompok ini, kami berharap bisa menjadi mitra penyambung aspirasi sekaligus pendorong lahirnya sejumlah program yang sangat dibutuhkan untuk rekan-rekan seniman,” tutupnya. [tim liputan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *