KABAR NASIONAL Kabar Parlemen

Pendidikan Berkualitas Belum Terwujud Akibat Minimnya Pemahaman

Seorang murid SD pusing memegangi kepala saat mengerjakan soal ujian. [borneonews]

Kabargolkar.com, JAKARTA – Perwujudan dunia pendidikan dinilai belum berkualitas seperti yang tergambar pada kemampuan membaca dan menghitung yang masih rendah. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2017, sebanyak 77,13 persen siswa kelas 4 SD yang kurang dalam mata pelajaran matematika dan 46,83 persen masih minim dalam belajar membaca.

Menyikapi data BPS yang mencatat minimnya jumlah tersebut, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk meminta Kepala Sekolah agar membuat program penambahan pelajaran bahasa Indonesia dan matematika, sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa-siswinya dalam membaca dan matematika.

“Kami juga mendorong Kemendikbud untuk memberikan penyuluhan kepada seluruh guru di Indonesia mengenai peningkatan dan penyesuaian diri terhadap kemajuan zaman maupun teknologi, serta optimalisasi dalam melayani siswa, sehingga guru dapat meningkatkan disiplin dan etos kerja dalam penguatan pendidikan karakter dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia,” terang Bamsoet melalui rilisnya, Selasa (27/11).

Anggota Fraksi Golkar Dapil VII Jawa Tengah ini juga meminta Kemendikbud untuk segera melakukan evaluasi terhadap pelatihan dan sistem rekrutmen tenaga guru, sehingga ke depannya didapatkan tenaga guru yang berkualitas yang juga dapat menghasilkan siswa yang berkualitas.

“Mendorong Kemendikbud melalui Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk dapat meningkatkan kesejahteraan guru, baik guru yang bertugas di sekolah negeri maupun swasta, serta memperhatikan status guru honorer,” tambahnya.

Berkaitan dengan mitra kerja antara Komisi X DPR dengan Kemendikbud, Bamsoet mendorong kedua lembaga ini bersama guru untuk melakukan kajian terhadap rencana kebutuhan guru, guna meningkatkan mutu pendidikan melalui profesionalisme guru.

Selain itu, Bamsoet mendorong Kemendikbud untuk merevitalisasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LP-TK) dengan cara memberikan sertifikasi guru, uji kompentensi guru, serta berbagai pelatihan guru, guna menghasilkan mutu lulusan yang memiliki kompetensi sebagai tenaga pendidik.

“Kepada seluruh guru Indonesia untuk terus mendidik, membimbing serta memotivasi anak bangsa dengan baik guna melahirkan generasi muda yang tangguh dan berjiwa negarawan,” lanjutnya.

Diharapkan kepada kepada seluruh siswa-siswi Indonesia agar selalu belajar dengan rajin agar dapat meningkatkan kemampuan diri serta menghormati para guru.

“Mengingat guru adalah sebagai pengganti orang tua di sekolah yang sikap tindaknya patut ditiru dan digugu,” pungkasnya. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *