KABAR NASIONAL

Pendidikan Politik Partai Golkar Bersama Lindsey Afsari Puteri

Acara “Pendidikan Politik Partai Golkar” Sabtu, 26 Januari 2019 (kabargolkar.com)

kabargolkar.com, JAKARTA –¬†Bertempat di Magnet Futsal, Kapuk Muara, Jakarta Utara, Sabtu 26 Januari 2019, Lindsey Afsari Puteri, ST, S.i.Kom dalam kapasitasnya sebagai Bendahara Umum PP KPPG dan juga Pengurus DPP PG Bidang Pemenangan Pemilu DKI Jakarta, menggelar Kegiatan Pendidikan Politik.

Tema yang diangkat dalam kegiatan kali ini yaitu “Peran Aktif Kelompok Perempuan dan Millenial sebagai Agen Pendorong Penguatan dan Pengawasan Kebijakan Publik”.

Pemilihan tema difokuskan pada perempuan dan millenial dikarenakan dua kelompok tersebut masih sangat perlu mendapat pencerahan terkait pentingnya partisipasi mereka dalam politik. Yakni dengan menjadi pemilih cerdas di Pilpres dan Pileg 17 April 2019 mendatang, sekaligus menjadi kelompok yang peduli dan berani mengaspirasikan suaranya, serta kritis mendorong serta mengawasi kinerja pemerintah (eksekutif) maupun anggota dpr (legislatif) yang telah dipilihnya.

Disetiap kesempatan pelaksanaan pendidikan politik , Lindsey yang saat ini di beri mandat untuk menjadi Caleg DPR RI dari Dapil DKI Jakarta 3 (Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu) Nomor urut 3, selalu menyertakan Caleg DPRD yang juga perempuan atau millenial sebagai nara sumber.

Jika pada dikpol yang lalu Lindsey menggandeng Miranti Amalia Kono dan Susanah Caleg DPRD dari Dapil Jakarta Barat yang juga pengurus PP KPPG, kali ini Hilda Kusumadewi yang mendampingi. Hilda adalah salah satu Ketua PP AMPG dan Caleg DPRD Dapil Jakarta Utara.

“Jadi kita memang harus bersinergi dan saling menguatkan antara Sayap Perempuan (KPPG) dan sayap Pemuda (AMPG) Partai Golkar,” ujar Lindsey.

Jumlah penduduk perempuan dan laki-laki hampir seimbang, demikian pula jumlah penduduk millenial saat ini cukup besar, sehingga suara mereka ikut menentukan arah kebijakan politik yang akan direalisasikan selama lima tahun berikutnya.

Komposisi keterwakilan perempuan dan anak muda harus ditingkatkan, dari sekarang hanya 18% diharapkan bisa mencapai 25-30%. “Merupakan kewajiban bagi kami para politisi yang juga dipercaya menjadi kandidat legislator (caleg) membagi ilmu dan informasi tentang urgensi partisipasi politik. Jadi bukan sekedar orasi atau kampanye agar “dicoblos” nomor urut saat di TPS, akan tetapi ada misi kebaikan dan kebermanfaatan yang harus disebarkan, yakni memastikan masyarakat paham bahwa politik bukan sekedar merebut kekuasaan yang berkonotasi negatif, atau politik bukan tempatnya oknum-oknum korup yang menyimpang. Politik sejatinya menjadi cara yang mulia untuk pencapaian solusi persoalan bangsa berupa kebijakan-kebijakan publik yang berpihak kepada rakyat,” demikian Lindsey menutup wawancaranya dengan teman-teman pers yang hadir. (tim liputan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *