KABAR NASIONAL

Polemik Kriminalisasi Era Jokowi, Misbakhun Sebut Dirinya Korban Kriminalisasi SBY

Mukhamad Misbakhun. (dpr.go.id)

kabargolkar.com, JAKARTA – Jelang puncak Pemilu tanggal 17 April 2019 nanti, suhu politik kian memanas. Pertarungan opini di media sosial antara dua kubu pendukung Capres baik bernomor urut 01 maupun 02 semakin gencar. Ajang Pilpres 2019 kian mengeraskan pandangan kedua kubu.

Berita penahanan Ahmad Dhani dijadikan alat menggalang opini oleh para buzzer di media sosial. Melalui tagar #AhmadDhaniKorbanRezim dan #AhmadDhaniDikriminalisasi, pendukung pasangan nomor urut 02 mencoba menyampaikan pesan bahwa rezim Jokowi bertindak otoriter dan memberangus demokrasi.

Para pendukung paslon 02 membandingkan perlakuan pemerintah terhadap oposisi di jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo. Dalam pandangan mereka, pada jaman pemerintahan SBY, para oposisi diberikan ruang untuk mengemukakan pendapat, seperti mengkritik kebijakan pemerintah.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Misbakhun. Berdasarkan pantauan kabargolkar.com, Rabu (30/1/2019), anggota DPR RI 2014-2019 Fraksi Partai Golkar ini mengungkapkan hal berbeda dengan suara para pendukung 02.

Melalui akun twitternya, @MMisbakhun, Misbakhun mengungkapkan bahwa dirinya adalah korban kriminalisasi yang terjadi di masa pemerintahan Presiden SBY.

“Saya bukti nyata anggota DPR RI yang membongkar kasus Century lalu di kriminalisasikan di jaman Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden. Jadi jangan bilang jaman SBY sebagai presiden tidak pernah memasukkan orang ke penjara. Alhamdulillah saya bebas murni,” ungkap Misbakhun melalui akun twitternya itu.

Kala itu, kasus Century menjadi topik perdebatan politik paling panas dan menyeret turun popularitas SBY bersama Partai Demokrat. Misbakhun adalah salah satu sosok inisiator di balik Hak Angket Century. Perkembangan kasus Century terus berjalan lambat serta berlarut-larut dan belum tuntas hingga kini. (tim liputan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *