OPINI

Polemik Penyelenggaraan Munas, Golkar Partai Taat Azas

ilustrasi (net)

Oleh: Mustafa M. Radja*


Catatan: Opini ini menanggapai pendapat yang dikeluarkan oleh Darul Siska.

Opini terkait: Munas Golkar Tak Sekedar Pergantian Ketua Umum


kabargolkar.com, JAKARTA – Dari press release ini (opini Darul Siska-red), tidak perlu mengedepankan kepentingan, karena partai politik sudah pasti akan bicara kepentingan baik internal dan eksternal.

Sebaiknya yang kita sama-sama pahami cukup secara normatif bahwa secara reguler pasti Munas akan dilaksanakan. Dalam perspektif waktu maka Munas bulan Desember, karena memang di Desember 2014 lalu menyelenggarakan Munas. Kita menganut azas taat, azas secara reguler waktu pelaksanaan Munas.

Soal pelaksanaan Pilkada, juga secara jelas bahwa kepengurusan saat ini, saya kira tidak ada hambatan untuk melaksanakan tahapannya. Dan tidak harus ganti pengurus lewat Munas dipercepat lalu baru seolah-olah tahapan pilkada dapat berjalan dengan baik.

Terkait konsolidasi kepengurusan secara berjenjang, saya kira juga dapat berjalan saat ini dengan tanpa harus melalui Munas dipercepat, karena sudah diatur dalam anggaran dasar rumah tangga.

Saya ingat ketika jaman Pak ARB, kita sepakati Munas berikutnya adalah Desember, dengan agenda-agenda kenegaraan dan pengusulan posisi kementerian dan seterusnya dapat dilaksanakan secara baik dan tertib. Hal tersebut lebih baik ketimbang di tengah jalan terjadi usulan pergantian kepengurusan/konsolidasi akan mengganggu proses-proses kesibukan hajatan diantara waktu awal Oktober sampai November.

Maka sangat logis untuk menjaga soliditas dan konsentrasi DPP Partai Golkar bekerja untuk agenda-agenda penting tersebut dapat berjalan lancar dan sukses. Jadi bukan soal harus mempercepat Munas baru agenda politik dan kenegaraan dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Sebagai kader Partai Golkar, saya memahami kondisi dan psikologis para kandidat Ketum Partai Golkar (5 orang yang beredar ke publik) yang akan datang tentu memiliki agenda-agenda politik yang juga akan mereka perjuangkan jika Munas dipercepat.

Lalu pertanyaan kritisnya: Apakah para kandidat juga memikirkan para kader ysng tetap bersikeras agar Munas tetap di bulan Desember dengan alasan alasannya masing-masing? Ini juga jadi soal.

Oleh karena itu, maka kepemimpinan DPP Partai Golkar saat ini saya kira sedang bekerja untukk hal-hal penting menuju agenda-agenda politik dan kenegaraan. Serta sedang mempersiapkan proses tahapan-tahapan menuju Pilkada 2020. Kita beri ruang mereka untuk bekerja dengan baik dan obyektif serta transparan. Dan mari kita turut membantu tugas yang berwenang di DPP untuk mempersiapkan dengan sebaik baiknya,

Hal lain soal evaluasi DPP, saya kira juga sedang berjalan dari masing-masing Korbid. Silakan melaksanakan rapatnya tentang hal-hal yang perlu diselesaikan dan akan mereka siapkan untuk dibahas dalam Rapat Pleno, Rapimnas dan menuju Munas. Itu semua tentu memerlukan waktu dan konsentrasi serta fokus pada tujuan untuk kepentingan bersama, dan bukan untuk kepentingan orang per orang atau kelompok.

Sekali lagi mari kita berikan kepercayaan kepada DPP Partai Golkar untuk bekerja dengan sebaik-baiknya dan melahirkan hasil sesuai yang kita harapkan. Bilamana masih ada kekurangan itu juga hal yang biasa, karena kita tidak sempurna jika dengan standar demokrasi yang ada saat ini. Sekian.

——

*Mustafa M. Radja, penulis adalah kader Partai Golkar, Wakil ketua PP AMPG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *