KABAR NASIONAL

Potensial Rawan Dalam Pemilu, Golkar Soroti Kampanye di Medsos

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (Foto: Echo/breakingnews.co.id)

kabargolkar.com, Jakarta –¬†Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan aroma persaingan jelang pemilu Pileg dan Pilpres 2019 semakin terasa. Berbagai cara dilakukan untuk menaikkan elektabilitas dan menarik simpati pemilih.

Menurutnya, saat ini penggunaan media sosial lebih kepada tempat atau ajang kampanye. Sehingga ia menilai kegiatan kampanye tersebut berpotensi rawan dalam pemilu.

“Kegiatan kampanye ini yang jadi potensi rawan pemilu. Peranan Paslon, TKN (Tim Kampanye Nasional) dan Caleg. Sehingga tentu teman-teman yang mencalonkan Pileg perlu mempersiapkan strategi khusus yang lebih,” ujarnya dalam seminar nasional ‘Membangun Pemilu 2019 yang Damai, Bersih dan Bermartabat, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/10/2018).

Lanjut Airlangga, tim kampanye perlu mempersiapkan diri untuk beradu ide dan gagasan. “Tentu masing-masing punya program visi dan misi,” tukasnya.

Meskipun begitu kata dia, pemerintah tetap harus berjalan baik karena tujuan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat. “Event pemilu tidak serta merta membuat kegiatan kita menjadi statis tetapi kita ada program dan kewajiban yang tetap harus dijalankan,” pungkasnya.

Bagi Partai Golkar sendiri, salah satu keberhasilan pemilu adalah tingkat partisipasi masyarakat. Sehingga ia menegaskan Golkar akan menghadapi pemilu secara beradab dan rasional dan tentu bisa menarik simpati masyarakat.

Airlangga menyebut, pemilu ini bukan berarti persaingan melainkan ajang untuk bersatu. Apalagi saat ini Indonesia berada pada perhatian dunia.

“Kita sudah dilihat sebagai bangsa berpotensi besar dan 2030 akan jadi negara besar di dunia. Indonesia ketika IMF dan World Bank terbesar dan terbaik yang pernah ada, dan Jackman sudah katakan bahwa Indonesia akan memperlihatkan peningkatan ekonomi dari ekonomi digital yang akan berkoordinasi pada peningkatan SDM. Kita memasuki revolusi industri 4.0 dan leadership ada di parlemen,” tutur Airlangga.

“Itulah salah satu dari keluaran pemilu membawa leadership itu. Kedua kita butuhkan technical leader, sea level pembangunan SDM kita dorong untuk cetak 12 juta pekerja tidak buta teknologi. Yakinlah kita akan jadi negara besar maju dan makmur,” ulasnya. (breakingnews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *