OPINI

Puasa Sebagai Perekat Bangsa

Deni Yusup

Oleh: Deni Yusup*

kabargolkar.com  Bulan puasa setiap tahun  bermakna bagi setiap muslim dalam menjalankannya. ibadah puasa ini seperti nutrisi makanan yang mensehatkan badan, begitu pula puasa sebagai nutrisi keimanan selalu terjaga dan istiqomah bagi setiap muslim. diseluruh plosok negeri ini menjalankan ibadah puasa. Muslim indonesi memiliki kekhasan sendiri selama bulan puasa, awal sampai akhir puasa selalu meriah di setiap masjid ramai dengan orang beribadah.

puasa menjadi kewajiban bagi kaum muslimin, peningkatan keimanan seseorang dalam kehidupan, puasa menjadi momentum penguatan diri secara keimanan, merubah pola makan dari pagi hari menjadi malam hari, melaksanakan sholat tarawih dimalam hari, serta mejauhkan diri dari perbuatan yang membatalkan puasa, tidak sebatas makan saja, prilaku orang yang beribadah mewujudkan kesempurnaan seorang manusia yang beriman.Hakikat orang beriman terwujudnya jiwa yang kuat memiliki nilai individu yang disiplin, berahlak mulia,peduli sesama, berpikir positif, memiliki visi hidup tidak sebatas dunia semata, menghargai orang lain, serta selalu berbuat bagi sesama manusia.

Bulan puasa di indonesia selalu meriah, tidak hanya diramaikan oleh aktivitas ibadah yang meningkat, dari tradisi kita adanya mudik lebaran serta adanya budaya silaturahmi satu sama lain, ini menandakan budaya kekeluargaan yang ada dikita, hal ini belum tentu terdapat di negara lain yang mayoritas muslim.

Di bulan puasa ini, semua sumber daya bangsa ini terfokus dalam rutinitas puasa, geliat ekonomi meningkat, solidaritas sesama orang meningkat, saling menghargai sesama warga. kelompok minoritas yang tidak menjalankan ibadah menghargai orang muslim, keuntungan secara material dalam puasa ini bisa dirasakan oleh semua orang, muslim dan non muslim. Terpancarnya kebahagian ini bisa dilihat setiap bulan puasa meningkat kebutuhan ekonomi yang tinggi. dimana kebutuhan orang muslim yang menjalankan ibadah dapat bermanfaat terhadap lingkungannya.

Kebutuhan muslim dalam menjalankan ibadah puasa makin meningkat, ini menguntungkan semua, kita ketahui bersama pembisnis kita banyak juga kaum non muslim yang menyediakan jualan perlengkapan selama puasa dan lebaran nanti, dimana secara material pembisnis non muslim diuntungkan dengan bulan puasa, dari sisi ekonomi saling membutuhkan serta dari sosial saling menghormati.

Selain itu tentu terdapat ikatan emosional secara sosial yang saling mengikat satu sama lain. suasana seperti ini bisa menepis angapan yang marak dimedia sosial belakangan ini, dengan banyak berita hoax yang meruntuhkan kebersamaan dalam satu bangsa, membuat resah masyarakat dengan adanya kesan ada kelompok yang tidak menghargai satu sama lain,  pandangan ini harus secepatnya di buang dibenak masyarakat kita.

Fakta yang ada sampai sekarang, bahwa keutuhan bangsa ini tetap terjaga, kebinekaan bangsa ini udah menjadi keharusan, tidak akan ada keruntuhan kebinekaan kita, masyarakat kita cinta kedamaian dan memiliki sifat yang saling menghormati, adanya berita di media sosial yang cenderung anti tolerasi dan lainya, dan hal itu langsung direspon oleh semua orang, pemerintah, ulama, tokoh agama serta tokoh masyarakat, dengan mengingkatkan kembali makna kebinekaan, kebersamaan dan kesatuan.

Ini menandakan bahwa bangsa ini cinta kebersamaan, adanya ekses dari perpolitikan yang berimbas terhadap hubungan sosial politik, ini bagian dari pembelajaran demokrasi yang kita semua berharap bahwa bangsa ini tetap utuh, saling menghargai itu suatu sifat bangsa indonesia.

Bulan puasa ini menjadi momentum penguatan keimana seseorang bagi seorang muslim dan sekaligus menjadi momentum meperkokoh keuntuhan bangsa.  Dari individu yang beriman terpacar nilai-nilai dan sifat universal yang bermanfaat bagi semua orang. Puasa bisa dijadikan momentum intropeksi dan penguatan sosial untuk bisa terhindar dari hasutan dan kebencian sesaat, semua itu bisa dihindari oleh kita, yang memiliki kekuatan nilai yang kuat untuk mewujudkan bangsa yang damai.


*Penulis adalah Peneliti Nusantara Riset dan Pengurus Pusat Masika ICMI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *