12 Juli 2020
Pengamat Sebut Golkar Bakal Tentukan Peta Koalisi Pilkada Kabupaten Bandung 2020
  Bambang Soetiono
  30 Juni 2020
  • Share :
Ilustrasi Pilkada serentak. (Foto: pikiran rakyat)

kabargolkar.com, BANDUNG - Calon yang diusung oleh Partai Golkar diprediksi akan menentukan peta koalisi partai pada perhelatan Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Bandung.

Tidak menutup kemungkinan, jagoan Golkar pun bisa mengubah koalisi yang saat ini sudah terbangun. Demikian diyakini oleh pengamat politik dari Universitas Nurtanio Djamu Kertabudi, saat dihubungi, Senin, 29 Juni 2020.

Menurut dia, koalisi partai di Pilkada Kabupaten Bandung saat ini sudah mulai mengemuka secara konkret, kecuali Partai Nasdem masih menggantung.

"Kalau kita simak dinamika politik di Kabupaten Bandung, sampai saat ini menunjukan perkembangan yang menarik. Antara lain tentang koalisi partai pengusung kandidat, sudah tampak tiga poros yaitu PKS-Partai Demokrat, PDIP-PAN, dan kemungkinan besar Golkar-Gerindra-PKB," kata Djamu.

Yang menarik, terang dia, kemungkinan koalisi partai yang sudah terbangun itu akan berubah signifikan tergantung siapa yang ditunjuk sebagai calon bupati dari Golkar. Dia menyontohkan, figur Dadang Supriatna sebagai salah satu kandidat Golkar yang sudah menjalin kesepakatan untuk berpasangan dengan kader Nasdem, Sahrul Gunawan.

"Dengan demikian, apabila Dadang Supriatna yang ditunjuk sebagai calon bupati, maka koalisi akan terjadi antara Golkar dan Nasdem. Sementara Deding Ishak, yang juga salah seorang yang dinominasikan sebagai calon bupati dari Golkar, sudah menjalin komunikasi dengan pihak PDIP," tuturnya.

Kalau beliau yang ditunjuk, lanjut Djamu, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi koalisi antara Golkar-PDIP. Kemudian apabila Nia Kurnia Agustina yang ditunjuk Golkar sebagai calon bupati, maka kemungkinan koalisi Gollar yang sudah terbangun tidak akan berubah.

"Inilah fakta politik di Kabupaten Bandung yang menunjukan bahwa Partai Golkar sebagai bandul politik memiliki magnet yang kuat bagi partai lainnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu kepiawaian Golkar di Kabupaten Bandung adalah mampu memilih dan memilah kompetitornya," katanya.

Lantas, sampai kapan finalisasi atau kepastian koalisi partai serta kandidat pasangan yang diusung oleh Golkar dapat diketahui? Menurut Djamu, eestimasi waktunya kira-kira pada Juli depan harus sudah tuntas dan dideklarasikan.

"Karena sosialisasi pasangan calon kepada publik perlu waktu sekurang-kurangnya dua bulan, atau Juli-September, mengingat pada September-Nopember merupakan jadwal resmi kampanye, dan 9 Desember hari pemungutan suara. Publik sambil berseloroh sudah memunculkan slogan 'Pilkada 2020 dengan aroma Corona'," ucap dia.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.