01 Juni 2020
Ramadan di Tengah Pandemi, AMPG Hadir Menghibur Milenial Sambil Menanti Berbuka Puasa
  Bambang Soetiono
  27 April 2020
  • Share :
ampg

kabargolkar.com, JAKARTA - Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) menggelar program AMPG Bicara melalui live streaming Instagram @ampg.pusat. Program ini diinisiasi Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) di bawah koordinasi Bidang Komunikasi, Informasi dan Penggalangan Strategis (Infokom dan Pangstra) PP AMPG.

Menurut Ketua Bidang MPO PP AMPG Subhan Milady, program ini sengaja diluncurkan untuk menemani kelompok milenial, khususnya yang tergabung dalam AMPG saat menanti waktu berbuka puasa.

"Karena Ramadan sekarang beda dengan Ramadhan sebelumnya, di mana kita tidak boleh keluar rumah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, maka kita rilis program ini untuk mengurangi booring di rumah," kata Subhan di Jakarta, Minggu (26/4/2020).

Subhan mengatakan, di bulan Ramadan biasanya anak-anak milenial menggelar kegiatan ngabuburit atau buka bersama di luar rumah. Kebiasaan tersebut tentunya akan terasa hilang di bulan Ramadhan sekarang karena masyarakat harus ikuti imbauan Pemerintah untuk berdiam diri di rumah selama masa pandemi virus corona berlangsung.

"Sesuai dengan arahan Ketua Umum PP AMPG bang Ilham Permana, di musim pandemi ini kita tidak boleh kehilangan produktifitas dan kepedulian terhadap sesama. Melalui program ini, kami berharap teman-teman milenial terhibur sekaligus dapat menambah wawasan dengan konten yang kami hadirkan," tutur Subhan.

Program perdana AMPG Bicara dirilis pada hari Sabtu (25/4/2020) sore dengan tema Ngobrol Santuy: Puasa Milenial di Musim Pandemi. Acara ini dipandu oleh Sekretaris Bidang MPO PP AMPG Dean Rosmalla dengan pemateri Novi Yanti.

Novi Yanti merupakan salah satu pengurus PP AMPG yang aktif berbagi rezeki dengan masyarakat. Selama musim pendemi ini, Novi telah menyalurkan ratusan paket sembako untuk masyarakat yang terdampak kebijakan stay at home.

"Agama mengajarkan kita untuk membagi 2,5 % dari harta yang kita punya. Prinsip ini yang selalu saya pegang, apalagi di tengah pandemi ini. Banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi sehingga mereka membutuhkan uluran tangan dari kita yang memiliki kelebihan rezeki," kata Novi.

"Seperti kata WS Rendra dalam puisinya, 'jangan merasa dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya'. Maksudnya, jangan senang sendiri. Pikirkan juga orang-orang di sekitarmu. Bukankan ini juga merupakan esensi dari perintah berpuasa? Agar juga kita merasakan apa yang dirasakan oleh saudara kita yang kurang beruntung, yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya," tambah Novi.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.