OPINI

Respons Atas Surat Terbuka Pak Darul Siska

ilustrasi (net)

Oleh: Zuli Hendriyanto*

kabargolkar.com – Assalamualaikum Wr. Wb. Menyimak Surat Terbuka yang disampaikan Pak Darul, saya merasa terpanggil untuk memberikan respon sebagai sesama pengurus DPP Golkar dan sesama yunior Bang Akbar Tanjung:

1. Sebagai orang yang pernah dibimbing dan dibesarkan oleh Bang Akbar, rasanya tidak pantas dan kurang elok jika Pak Darul menyampaikan surat terbuka yang tidak hanya dibaca oleh kalangan internal Golkar, tetapi telah menyebar luas di publik. Hemat saya, etika sebagai yunior jika kita berbeda pendapat atau ingin menyampaikan saran dan kritik kepada senior yang pernah berjasa kepada kita, sebaiknya disampaikan langsung kepada beliau. Jangan hanya karena berbeda pilihan lalu mengabaikan tata krama sebagai orang timur.

2. Sebagai mantan Ketua Umum DPP Golkar yang sukses dan tokoh yang sudah kenyang dengan asam garam perjuangan serta ingin mendedikasikan sisa hidupnya untuk Golkar, saya percaya apa yang dilakukan Bang Akbar sudah dipertimbangkan secara seksama dan semata-mata demi kebesaran dan kemajuan Golkar ke depan. Beliau tidak pernah berhenti mengabdi untuk Golkar. Selama masa kampanye yang lalu, dengan usianya yang sudah sepuh Bang Akbar tetap berkeliling ke daerah-daerah untuk memberikan motivasi dan memompa semangat kader-kader Golkar di daerah. Supaya Golkar tidak jatuh ke posisi ketiga. Alhamdulillah, ditengah badai dahsyat dan citra yang sangat terpuruk, kerja keras Ketum, para senior, para caleg dan semua jajaran partai,  hasilnya Golkar tetap berada di posisi kedua. Itulah yang jadi dasar Bang Akbar memberikan apresiasi kepada Ketum.

3. Sebagai pengurus DPP Golkar dengan jabatan yang tinggi Waka Korbid Kepartaian, korbid yang mengurus hal ihwal organisasi, sebaiknya Pak Darul menyampaikan tentang keluh kesah soal partai terlebih dahulu kepada Ketua Korbid dan membahasnya dalam rapat-rapat Korbid. Jika hal tersebut juga tidak bisa dilakukan dapat bersurat kepada Ketua Korbid menyampaikan saran dan pendapat mengenai soal-soal kepartaian. Bukan dengan cara mencari popularitas dan mengumbar ke publik.

4. Mengenai tertib organisasi, termasuk disiplin rapat-rapat, yang saya tahu dari beberapa senior,  tidak ada kepengurusan DPP dari masa ke masa, pasca reformasi, yang betul-betul disiplin sesuai dengan tata kerja organisasi, kecuali pada zaman Bang Akbar.

5. Saya merasa yakin setelah sengketa hasil pemilu di MK selesai dan dilanjutkan dengan penetapan calon anggota legislatif terpilih oleh KPU, DPP akan menggelar rapat pleno.

Salam,
Zuli Hendriyanto

*Penulis adalah Kader Partai Golkar

 


berita terkait: 

Darul Siska, Senior Partai Golkar Membuat Surat Untuk Akbar Tanjung Dan Agung Laksono


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *