KABAR NASIONAL

Ricky Rachmadi Dan Kenangan Terhadap BJ Habibie

Ricky Rachmadi

 

“Beliau sosok teladan yang mencintai dan memikirkan anak muda”

kabargolkar.com, JAKARTA – Kepergian Prof DR Ing Bacharuddin Jusuf Habibie di usia 84 tahun untuk selamanya ke hadirat Allah SWT meninggalkan banyak kenangan mendalam di sejumlah kolega dan terutama anak muda yang pernah aktif di ormas Ikatan Cendekiawan Muslim seIndonesia (ICMI) serta berkiprah di lembaga besutan Habibie, yaitu CIDES (Center for Information and Development Studies), Ricky Rachmadi.

Mantan aktivis mahasiswa di Bandung yang turut menyertai (alm) Adi Sasono saat memimpin CIDES di era 90-an bersama mantan aktivis mahasiswa ITB dalam menggawangi CIDES sebagai Direktur Eksekutif, Jumhur Hidayat, kerap merasakan persentuhan gagasan maupun ide dengan almarhum BJ Habibie yang lumayan intens terkait perhatian almarhum terhadap generasi muda. Ricky yang kini Ketua DPP Partai Golkar Bidang Ekraf mengaku ketika masa-masa di CIDES itulah dia sering diajak rapat oleh (alm) Adi Sasono bersama (alm) BJ Habibie dalam kapasitas dirinya selaku Sekretaris Eksekutif CIDES.

Menurut Ricky, di berbagai kesempatan dalam rapatnya dengan BJ Habibie itu (apakah BJ Habibie dalam kedudukan Menteri Ristek/Ka BPIS/Ka BPPT, wakil Presiden, bahkan saat yang bersangkutan menjadi Presiden RI), ia merasakan kuatnya keteladanan moral, bahkan perhatian dan sekaligus gagasan (alm) Om Rudy (sapaan akrab almarhum) terhadap agenda maupun peran generasi muda.

“Almarhum Om Rudy acap menyinggung peran kebangsaan untuk generasi muda termasuk memberi peran kepada tokoh-tokoh yang dapat menjadi gerbong buat masuknya generasi muda apakah di ICMI ataupun di CIDES,” ujar Ricky di Jakarta, Rabu malam (11/9), usai melayat ke rumah duka almarhum BJ Habibie.

Dalam pandangan Ricky, mungkin karena kerap terngiang-ngiang untuk memberi peran yang merepresentasikan gerbong bagi generasi muda, maka Habibie saat setelah dilantik menjadi Presiden RI ke 3 untuk menggantikan Soeharto, di dalam obrolan terbatas dengan Adi Sasono, Jumhur Hidayat, dan saya menegaskan inilah saatnya saya mewujudkan gagasan agar peran generasi muda diakomodir melalui pilihan tokoh tertentu di kabinet yang dapat menyimbolkan adanya partisipasi anak-anak muda.

“Benar saja, dalam pengumuman kabinet alm BJ Habibie mengumumkan nama alm Adi Sasono selaku Menteri Koperasi dan UKM –usaha kecil menengah–, sehingga momentum pengangkatan Adi Sasono itulah yang dipandang alm Habibie dapat ikut memberi tempat atau menyumbangkan gagasan orang-orang muda bersama Adi Sasono. Akhirnya, sejumlah sosok muda di antaranya saya, Jumhur Hidayat, Aries Mufti, Hilmi Rahman Ibrahim, Mahmud Fadli Rakasima diajak masuk oleh Adi Sasono ke jajaran staf khusus Menteri Koperasi dan UKM,” tambah Ricky, yang menilai banyak gagasan orang muda bukan saja ditampung namun juga bisa dilaksanakan oleh alm Adi Sasono.

Walhasil, di masa Adi Sasono menjadi menteri, komitmen terhadap rakyat dan utamanya petani, dalam agenda pemberdayaan ekonomi rakyat pun dibangun dengan mengucurkan Kredit Usaha Tani (KUT) dalam nilai angka yang fantastis yakni Rp 7 Triliun lebih serta dengan pengembalian yg juga fantastis sebesar lebih 90 persen. Dengan demikian, program itu tidak meninggalkan tunggakan ataupun masalah bagi kreditnya tersebut.

Dengan program KUT itu pula banyak sekali aktivis mahasiswa dan kelompok aktivis pemuda yang mewakili keormasan ataupun tidak, turut aktif hingga ke lapangan langsung guna mendampingi kelompok tani baik untuk sekedar terlibat atau bahkan ikut menyukseskan program KUT. Dan KUT tentu saja merupakan mandat sejarah yang digulirkan secara luar biasa dalam program memberdayakan ekonomi rakyat oleh pemerintahan Presiden RI ke 3 (alm) BJ Habibie. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *