Kabar Parlemen

Ridwan Hisjam Imbau Milenials Pahami Teknologi Kekinian

Anggota DPR RI Komisi VII, Ridwan Hisjam (kanan) menjadi pemateri dalam Kuliah Tamu di Universitas Islam Raden Rahmat, Malang, Selasa (6/11). [tim liputan]

Kabargolkar.com, MALANG – Anggota DPR RI Komisi VII, Ridwan Hisjam terus melakukan sosialisasi dan pemahaman tentang Revolusi Industri 4.0, khususnya bagi generasi muda yang harus siap menghadapi perkembangan teknologi.

“Revolusi Industri 4.0 merupakan upaya transfomasi menuju perbaikan dengan mengintegrasikan dunia online dan lini produksi di industri, di mana semua proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama, Jadi, sejak sekarang harus selalu disosialisasikan, agar masyarakat mampu siap mengikuti perkembangan teknologi,” terang politisi Partai Golkar tersebut saat menjadi pemateri dalam Kuliah Tamu di Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA), Malang, Selasa (6/11).

Ridwan juga menjelaskan jika Revolusi Industri 4.0 sudah mulai berkembang di sejumlah negara maju dimulai dari Jerman.

“Kemudian negara-negara Asia lain mengadopsi. Misalnya, India mempunyai Make in India, Thailand punya Thailand 4.0. Oleh karena itu, melihat perkembangan yang ada, Indonesia memilih Making Indonesia,” imbuhnya dalam kegiatan yang dibuka langsung oleh Rektor UNIRA.

Untuk merealisasikan progran Revolusi Industri tersebut, tentu harus diimbangi dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, sehingga pemerintah pusat bersama DPR RI berencana merombak sistem pendidikan dengan lebih menekankan pada Science, Technology, Engineering, the Arts, and Mathematics (STEAM).

“Menyelaraskan kurikulum pendidikan nasional dengan kebutuhan industri di masa mendatang. Indonesia akan bekerja sama dengan pelaku industri dan pemerintah asing untuk meningkatkan kualitas sekolah kejuruan, sekaligus memperbaiki program mobilitas tenaga kerja global untuk memanfaatkan ketersediaan SDM dalam mempercepat transfer kemampuan,” jelas pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI tersebut.

Ridwan menambahkan, di era revolusi industri 4.0 diperlukan pembaharuan pola kerjasama dengan berbagai pihak, terutama dalam hal inovasi.

“Perguruan tinggi dituntut melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan era saat ini yang sudah di era Revolusi Industri 4.0. Perguruan Tinggi harus sanggup menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini terutama para dosen seluruh perguruan tinggi,” tutup Ridwan.

Hadir dalam kegiatan tersebut yakni Civitas Akademika, para dosen, serta mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dan PPA di tahun 2018 serta sekretaris Yayasan. [tim liputan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *