KABAR KADER KABAR PILEG

Risman Pasigai Caleg Golkar Milenial

risman pasigai

Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel, Risman Pasigai

Kabargolkar –¬†Pemilih milenial menjadi sasaran utama bagi politikus muda yang bertarung di Pemilu 2019. Data menunjukkan, jumlah DPT dari kalangan milenial mencapai 49 persen.

Di Provinsi Sulsel, ada beberapa caleg muda yang bertarung ke Senayan. Salah satunya adalah Risman Pasigai. Politikus Golkar yang lahir pada 17 Maret 1978 ini siap mewakafkan dirinya sebagai perwakilan kaum milenial.

“(Saya maju) karena saya menganggap sebagai representatif pemuda, sebagai anak milenial saat ini,” kata Risman, Sabtu (22/9/2018).

Di benak Risman, anak muda kerap dianggap remeh soal urusan politik. Padahal, kata dia, anak muda punya kemampuan berinovatif, kreatif dan visioner.

“Dan yang terjadi sekarang, anak muda jarang diberi kesempatan oleh cara berfikir kebanyakan. Padahal kan ada pemimpin muda sekarang, kayak Adnan (Bupati Gowa), Seto (bupati Sinjai terpilih),” urai Risman yang maju di Dapil Sulsel 1.

Kultur Politik

Risman mencermati, anak muda belum mendapat porsi yang besar dalam berbagai kontestasi politik di Indonesia. Pilihan politik masih sangat ditentukan oleh kedekatan emosional, kultural dan geng.

“Padahal idealnya orang menentukan pilihan itu karena visi-misinya, karena inovasinya. Itulah menurut saya, anak muda itu sangat susah untuk bertarung secara fair dengan kompetitor-kompetitor yang dari segi umur lebih tua,” lanjut Ketua DPP KNPI ini.

Makanya, menurut mantan jubir Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar di Pilgub Sulsel ini, tidaklah heran kalau banyak anak muda yang dianggap remeh dalam politik. Padahal jelas-jelas, anak muda itu menawarkan gagasan baru.

“Coba kita beri ruang, pasti anak muda akan memberi yang lebih untuk Indonesia, untuk Sulsel,” tambah eks Wakil Ketua PB HMI ini.

Persepsi bahwa kaum milenial sarat dengan gaya-gayaan, kata Risman mesti dihilangkan. Masyarakat mesti memberi kesempatan bagi anak muda.

“Politik itu bagaimana strategi pemenangan. Makanya, milenial itu bukan gaya sebenarnya, tapi cara berpikir dan gagasan baru,” demikian Risman.[Rakyatku]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *