KABAR GOLKAR

Seluruh Kader Golkar Wajib Turun ke Lapangan

KabarGolkar – Menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-54 Partai Golkar, pimpinan dan pengurus DPD II Partai Golkar Kota Padang, bersama para caleg menziarahi Taman Makam Pahlawan (TMP) Kuranji, Sabtu (20/10). Ziarah ini rutin dilakukan setiap memperingati HUT Golkar.

Ketua DPD Golkar Padang, Wahyu Iraman Putra, didampingi Sekretaris, Zulhardi Z Latif mengatakan, ziarah ke TMP Kuranji ini merupakan rangkaian awal bagi Golkar Padang dalam menyambut HUT Golkar.

Sejalan di masa pileg dan pilpres saat ini, setiap caleg dan kader Golkar Padang akan melakukan berbagai kegiatan sosial lainnya. Intinya di samping mensosialisasikan diri mereka sebagai caleg juga melakukan tugas partai yakni ingin menampung aspirasi masyarakat bawah yang ada di Kota Padang.

“Seperti saya, sebagai wakil ketua DPRD dan ketua partai serta juga sebagai calon juga melakukan kegiatan sosial dan kemasyarakatan, yang kemudian akan dijadikan kajian bagi nantinya terpilih sebagai anggota dewan,” jelas Wahyu.

Tidak itu saja, lanjutnya, para caleg ini juga akan mencari informasi dan lalu menyampaikan saran dan pemikiran mereka pada wakil rakyat yang ada anggota DPRD. Lalu dewan nantinya akan menyusun dan merancang masukan itu untuk bagaimana bisa menjadi rancangan yang akan dimasukan dalam anggaran daerah.

Menyinggung umur partai yang sudah 54 tahun, Wahyu menilai ini merupakan usia yang sudah matang, namun begitu Partai Golkar terus berupaya membangun hubungan dengan masyarakat. “Ini lebih dititikberatkan pada kader Golkar yang duduk di dewan. Mereka diminta aktif dan harus benar-benar kritis terhadap apa yang terjadi di masyarakat,” ulas Wahyu.

Menurutnya, kalau tidak pernah berbicara atau ngomong di dewan, bagaimana bisa mengetahui suatu permasalan yang terjadi di tengah masyarakat. “Untuk itu setiap kader Golkar yang ada di dewan juga harus bisa bicara, suarakan apa yang menjadi keinginan dan aspirasi rakyat di gedung dewan ini, jangan diam. Kalau diam itu bukan kader Golkar namanya,” sambung Wahyu dengan tegas.

Dirinya juga menilai HUT ke-54 ini adalah momentum bagi kader partai untuk wajib turun ke lapangan, tidak perlu mengumbar janji apalagi memberikan uang, sebab itu adalah pembodohan politik.

“Kalau masih ada caleg menyiapkan ‘serangan fajar’ saat pileg. Saya justru mengatakan Golkar anti praktik itu. Cara itu adalah pembohongan dan pembodohon politik yang nantinya akan memberikan kemiskinan pada masyarakat,” tegasnya. (padek)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *