KABAR NASIONAL

Setelah Inalum Kuasai 51% Freeport, Bambang Soesatyo Dorong Kementerian ESDM Siapkan Ahli Teknologi

Ilustrasi. Inalum

Kabargolkar Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah Pemerintah yang telah berhasil mengakuisisi saham mayoritas PT. Freeport Indonesia (PTFI). Diketahui, kepemilikan saham PT. Inalum (Persero) di PTFI naik menjadi 51,23%.

Bambang pun mendorong Komisi VII DPR meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mempersiapkan ahli teknologi, guna mengimbangi divestasi saham sebesar 51,23% tersebut.

Selanjutnya Bambang mendorong Komisi II DPR meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Papua agar masyarakat Papua dapat memperoleh manfaat maksimal dari perolehan saham PTFI sebesar 10%.

“Mengimbau Pemda Papua untuk memberikan sosialisasi, mempersiapkan atau memfasilitasi, dan memberikan dukungan anggaran kepada seluruh putra-putri terbaik Papua agar dapat menguasai teknologi, guna meningkatkan peran masyarakat Papua dalam mengelola manajemen PTFI,” ujar Bambang di Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Diberitakan, kesepakatan sah untuk menguasai saham mayoritas Freeport Indonesia menjadi milik Pemerintah Indonesia ditandatangani di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Kamis (27/9/2018).

“Ya,  proses divestasi saham PT Freeport berarti sudah selesai, setelah ini tinggal proses administrasi saja,  antara Freeport dan Inalum,” kata Menteri ESDM Ignasius Jonan ketika menyaksikan proses tanda tangan kesepakatan.

Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, melakukan penandatanganan sejumlah perjanjian sebagai kelanjutan dari Pokok-Pokok Perjanjian (Head of Agreement) terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke INALUM.  Sejumlah perjanjian tersebut meliputi Perjanjian Divestasi PTFI, Perjanjian Jual Beli Saham PT Rio Tinto Indonesia (PTRTI), dan Perjanjian Pemegang Saham PTFI.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama INALUM Budi G. Sadikin, dan CEO FCX Richard Adkerson, yang disaksikan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat.

Dengan demikian jumlah saham PTFI yang dimiliki INALUM akan meningkat dari 9,36 persen menjadi 51,23 persen. Pemda Papua akan memperoleh 10 persen dari 100 persen saham PTFI.

Perubahan kepemilikan saham ini akan resmi terjadi setelah transaksi pembayaran sebesar 3,85 miliar dolar AS atau setara dengan Rp56 triliun kepada FCX diselesaikan sebelum akhir tahun 2018.

“Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, Pemerintah akan menerbitkan  Izin Usaha Pertambangan Khusus ( IUPK) dengan masa operasi maksimal 2×10 tahun sampai tahun 2041,” kata Jonan.

Selanjutnya, kewajiban PTFI untuk membangun pabrik peleburan (smelter) tembaga berkapasitas 2 sampai 2,6 juta ton per tahun akan terus dimonitor dan evaluasi perkembangannya, sehingga diharapkan dapat selesai dalam waktu kurang dari 5 tahun, kata Jonan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *