KABAR DPD Kabar Parlemen

Soal Cawagub, DPRD DKI FPG Masih Tunggu Hasil Fit And Proper Test

Politisi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI, Ashraf Ali masih menunggu hasil fit and proper test dari para calon wakil gubernur DKI. [foto: istimewa]

kabargolkar.com, JAKARTA – Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta masih menunggu hasil fit and proper test dari para calon wakil gubernur DKI.

“Tentunya Fraksi Golkar menunggu hasil dari tim fit and proper test. Kapan ini selesai, dua di antara tiga yang diusulkan kepada dewan,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali saat ditemui di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, pada Selasa (29/1).

Dari sana, kata Ashraf, nama-nama tersebut akan diserahkan ke Gubernur DKI Jakarta dan dirapatkan kembali melalui rapat paripurna.

“Mekanisme yang yang tetap harus dilalui dan pastinya kami harus patuh saja kepada mekanisme,” ujarnya.

Lebih jauh, Ashraf mengatakan bahwa wakil gubernur ini nantinya bukan perwakilan dari suatu kelompok, melainkan perwakilan dari masyarakat Jakarta.

“Kami berharap bahwa nantinya program program dan kebijakan kebijakan itu pastinya akan berdampak baik dan positif untuk kemaslahatan umat Jakarta,” kata Ashraf selepas pertemuan dengan ketiga cawagub dari PKS tersebut.

Ashraf pun menilai ketiga cawagub tersebut memang sudah memiliki kualitas yang baik, sehingga layak untuk diusulkan.

“Kalau tiga-tiganya nggak cocok, nggak mungkin akan diusulkan PKS karena semuanya berkualitas. Sudah dipertanggungjawabkan nih sama Pak Yani (Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Achmad Yani) bahwa tiga-tiganya berkualitas,” jelas Ashraf.

Adapun ketiga kandidat cawagub adalah Abdurrahman Suhaimi, Agung Yulianto, dan Ahmad Syaikhu. Fit and proper test sudah dilaksanakan pada Minggu (27/1/2019).

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif menyebutkan, penilaian uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) bagi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta akan bersifat kualitatif.

Oleh karena itu, keputusan untuk menyaring dua nama kandidat terbaik tidak dilakukan berdasarkan skor melainkan berdasarkan hasil analisis dari para panelis.

“Justru karena bersifat kualitatif, maka hasilnya nanti diserahkan kepada partai. Dari partainya sendiri akan memutuskan ketiga nama ini, disaring menjadi dua nama. Panelis tidak akan mengatakan gagal atau tidak lolos, namun memotret [analisisnya],” kata Syarif di Hotel Aryaduta, Jakarta pada Rabu (23/1). [Tirto]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *